APBD Kota Bekasi Turun Rp600 Miliar

indopos.co.id – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bekasi disepakati sebesar Rp5,8 Triliun. Jumlah ini menurun Rp600 miliar dari besaran APBD 2019 yang mencapai Rp6,4 Triliun.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan, besaran APBD 2020 sudah disepakati Sabtu (30/11/2019) dengan beberapa catatan. Terutama tentang penyelenggaraan jaminan kesehatan Kartu Sehat Berbasis Nomor Induk Kependudukan (KS-NIK).

Baca Juga :

“Sudah sepakat, tentunya ada beberapa catatan, ada juga soal instruksi,” kata Rahmat, Sabtu (30/11/2019).

Rahmat mengaku, pembahasan Jaminan Kesehatan Daerah, KS-NIK, setelah berkonsultasi dengan Kemendagri, Kemenkumham serta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dan hasilnya adalah program tersebut dapat dilanjutkan. Sifatnya adalah saling melengkapi dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Hal ini menyikapi adanya Permendagri no 33 Tahun 2019 tentang pedoman penyusunan APBD Tahun 2020, Pemerintah Daerah Wajib melakukan integrasi Jamkesda dengan Jaminan Kesehatan Nasional.

“Oleh karena itu, akan kita lakukan langkah langkah perbaikan secara menyeluruh,” kata Rahmat.

Baca Juga :

Seperti yang diketahui, rancangan APBD 2020 disetujui dengan targer pendapatan sebesar Rp5,82 triliun. Rinciannya adalah Pendapatan Asli Daerah (PAD) ditargetkan sebesar Rp3,01 triliun terdiri dari pajak daerah sebesar Rp2,2 triliun, retribusi daerah sebesar Rp164,14 miliar, hasil pengelolaan kekayaan daerah dipisahkan sebesar Rp21,62 miliar dan pendapatan lain yang sah sebesar Rp710,64 miliar. (dny)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.