Makorem 052 Wijayakrama Latih Karyawan RS Bangun Ruang Rawat Darurat

indopos.co.id – Ragam cara yang dilakukan Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk membantu pengelola rumah sakit (RS) merawat pasien saat bencana alam melanda. Salah satunya melatih pegawai membangun ruang rawat darurat dengan cepat menggunakan tenda. Latihan teknik tersebut diberikan oleh Markas Komando Resor Militer (Makorem) 052 Wijayakrama.

Perwira Urusan Dalam Makorem 052 Wijayakrama Kabupaten Tangerang, Lettu Arh Armin Hari mengatakan, pelatihan pendirian ruang rawat darurat kepada karyawan RS saat bencana melanda itu dilakukan pihaknya karena pelayanan medis harus berjalan.

Mengingat, bencana tersebut terkadang dapat terhenti karena kepanikan para petugas medis dalam menyelamatkan diri. Sehingga para pasien mereka pun tak mendapatkan pelayanan pemulihan kesehatan yang sedang dijalani.

“Di sini kami hanya melatih petugas RS agar dapat cepat membangun ruang perawatan darurat bagi pasien yang sudah dievakuasi. Butuh keahlian dalam membangun tenda dengan waktu 8 menit agar menjadi ruang rawat darurat, dan itu tidak dimiliki karyawan RS. Walaupun bencana datang pelayanan harus tetap berjalan,” katanya saat dijumpai di RS Siloam Hospitals Lippo Village, Karawaci Kabupaten Tangerang, Sabtu (30/11/2019).

Menurutnya, ada teknik dasar yang dibutuhkan seseorang dalam membangun tenda sebagai ruang rawat darurat. Sebab, material tenda yang akan digunakan memiliki beban yang cukup berat.

“Ini bukan tenda buat naik gunung, tetapi seperti tenda pleton. Jadi harus punya keahlian memasang rangka dan terpal kain agar langsung dapat didirikan,” ujar Armin.

Selain itu juga, lanjutnya, pihaknya memberikan pelatihan pengendalian emosional kepada karyawan RS dalam memberikan pelayanan saat situasi wilayah dilanda bencana. Sebab, hal ini diperlukan untuk mengendalikan situasi dan juga memberikan pertolongan kepada para pasien yang panik.

“Emosi harus tetap stabil, nah ini yang tidak dimiliki karyawan RS dalam menghadapi situasi bencana. Kebiasaan orang kan panik jika ini terjadi, makanya ilmu ini juga kami latih ke mereka,” paparnya.

Armin mengaku, sinergitas antara TNI, Dinas Pemadam Kebakaran dan Kepolisian memberikan pelatihan penanganan bencana kepada pengelola RS sangat penting. Alasannya, pertolongan medis terhadap para pasien dalam menghadapi bencana sangat vital. Khususnya bagi para pasien yang masih menjalani perawatan.

“Kami hadir untuk membantu mereka dalam menghadapi situasi bencana. Toh dengan bekal ilmu ini kepercayaan masyarakat kepada petugas medis akan sangat bertambah. Untuk evakuasi dilatih sama Damkar, kami dan Kepolisian hanya memberikan tehnik mendirikan tenda sebagai ruang rawat darurat sampai situasi terkendali,” imbuhnya.

Di tempat yang sama, Business Division Head SHLV Gedung B, Siloam Hospitals Lippo Village, Dina Rosita mengaku, penggandengan TNI dalam memberikan pelatihan pendirian ruang rawat darurat kepada karyawan itu sangat diperlukan. Mengingat, kepanikan saat bencana datang kerap membuat proses pelayanan medis terhambat. Sehingga para pasien yang masih menjalani perawatan terpaksa harus diungsikan ke lokasi yang aman tanpa ada ruang rawat.

“Kita kan tidak tau kapan bencana ini datang, dan sebelum itu semua terjadi ya harus diantisipasi. Kebetulan kami memiliki tenda berukuran besar, tetapi tidak punya keahlian dalam mendirikannya dengan cepat. Makanya butuh pelatihan dari TNI membangun ini dengam cepat agar dapat digunakan sebagai ruang rawat darurat bagi pasien,” tuturnya.

Ditambahkan Dina, dengan simulasi dan pelatihan pelayanan medis dalam menangani masalah bencana yang diberikan TNI, Kepolisian dan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Tangerang, karyawan RS Siloam mendapatkan pengetahuan lebih.

Dirinya pun berharap ilmu penganan bencana ini dapat diaplikasikan para karyawan dalam memberikan pelayanan medis kepada pasien saat musibah tersebut terjadi. Pihaknya juga akan terus bekerja sama dengan instansi tersebut memberikan pelatihan penanganan bencana. (cok)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.