Pemprov DKI Tegaskan Revitalisasi Trotoar di Kemang Sesuai Aturan

indopos.co.id – Pejabat Pemegang Komitmen Pembangunan Infrastruktur Kegiatan Strategis Daerah Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Riri Asnita, menegaskan revitalisasi trotoar yang berada di kawasan Kemang sesuai aturan. Menurutnya, informasi yang beredar di media sosial berisi video beda tinggi antara trotoar dan halaman gedung sebuah bank di daerah Kemang, Jakarta Selatan tidak sepenuhnya benar.

“Kami sudah komunikasikan dengan pihak CIMB Niaga. Fakta yang terjadi sebenarnya tidak seperti yang di video. Standar ketinggian trotoar adalah sekitar 15 cm dari jalan eksisting untuk keamanan pejalan kaki. Namun, memang letak akses masuk gedung berada di bawah jalan dan gedung meninggi serta ada bangunan tambahan yang mengakibatkan penyempitan area parkir mereka,” ujar Riri.

Sebelumnya, gedung bank tersebut disegel akibat ketidaksesuaian IMB atas bangunan yang didirikannya pada Kamis (14/11/2019).Riri menuturkan pada Rabu (20/11), pemilik lahan dan gedung CIMB Niaga akhirnya bertemu langsung dengan Pemprov DKI Jakarta untuk bekerja sama. Salah satu hasil kerja sama tersebut adalah pemilik lahan harus menyesuaikan inrit (jalan akses masuk) dan lahan parkir dengan revitalisasi trotoar yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta. “Kewajiban CIMB Niaga untuk membuat penyesuaian level (ketinggian) akses masuk ke gedung mereka dengan trotoar yang terbangun dan melakukan penyesuaian di lahan area parkir yang mereka miliki. Pihak CIMB Niaga sudah mengetahui kewajiban tersebut karena secara IMB, mereka menyalahi aturan, karenanya disegel saat itu,” terang Riri.

Dikatakan, sosialisasi kepada masyarakat di daerah Kemang dilakukan lebih dari 10 kali, termasuk ke gedung-gedung bisnis di sana. Riri juga menyatakan pembangunan trotoar sesuai konsep mengoptimalkan pembangunan pada trase daerah milik jalan. ”Dalam Perjanjian Kerja Sama antara CIMB Niaga dan Pemprov DKI Jakarta tanggal 20 November 2019 itu pula, disebutkan bahwa CIMB Niaga mendukung dan mempersilahkan Pemprov DKI Jakarta untuk membanguna trotoar di area trase daerah milik jalan yang sebagian lahannya masih milik persil, serta pemanfaatan lahan tersebut sebagai area publik,” tegasnya.

Baca Juga :

Riri juga menunjukkan foto penampakan revitalisasi trotoar bila melalui udara (drone). Riri menyebut akses masuk mobil sudah ada dan dibangun Pemprov DKI Jakarta. Akan tetapi, karena pemilik lahan dan bangunan belum menyesuaikan ketinggian di area halamannya, nasabah kesulitan untuk masuk dan mengakses halaman CIMB Niaga. “Sebagian lahan parkir CIMB Niaga selama ini berada di trase daerah milik jalan. Artinya, selama ini masyarakat memarkir kendaraan bermotornya di area yang diperuntukan untuk trotoar. Jadi jangan dibalik, malah (revitalisasi) trotoar yang dipersalahkan. Sebagian gedung lain di daerah Kemang sudah menyesuaikan dengan revitalisasi trotoar yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta,” tegas Riri.(dni)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.