Kasus Pengacara Pukul Hakim, Ini Keterangan Terdakwa Desrizal

indopos.co.id – Menanggapi sidang pemeriksaan terdakwa pemukulan hakim PN Jakarta Pusat Desrizal yang baru saja dilaksanakan di ruang Oemar Seno Aji 1 PN Jakarta Pusat, Kuasa Hukumnya, Hamdan Zoelva memberikan keterangan.
Menurutnya, insiden pemukulan yang dilakukan terdakwa terjadi pada 18 Juli 2019 di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, saat sidang putusan gugatan wan prestasi terhadap PT Geria Wijaya Prestige (GWP) dengan No Perkara 223/2018. “Insiden itu terjadi spontan dilatar belakangi rasa putus asa terdakwa karena due process of law tidak berjalan sebagaimana mestinya,” kata Hamdan di Jakarta, Senin (2/12/2019). Itu antara lain tampak dari Kesepatan Bersama yang disimpulkan Majelis Hakim sebagai pengalihan piutang seluruh kreditur kepada BPPN, sehingga penggugat dikatakan tidak memiliki hak tagih terhadap GWP.
Padahal, lanjut Hamdan, Kesepakatan Bersama itu hanya berisi pemberian wewenang kepada BPPN untuk melakukan penagihan, bukan pengalihan  penagihan. Terdakwa juga mengaku putus asa karena Majelis Hakim tidak memasukkan bukti-bukti otentik sebagai pertimbangan hukum saat menjatuhkan putusan dalam perkara gugatan wan prestasi terhadap PT Geria Wijaya Prestige bernomor 223/2018.
Bukti-bukti yang dimaksudkan terdakwa antara dua putusan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat  yang menghukum  PT Geria Wijaya Prestige (GWP) karena wanprestasi, dan diharuskan membayar ganti rugi materiil kepada dua perusahaan, yaitu Bank Agris dan Gaston Investmen Limited, masing-masing sebesar lebih dari USD20 juta.
”Dua putusan yang menghukum perusahaan milik Harijanto Karjadi dan Hartono Karjadi itu merupakan produk PN Jakarta Pusat sendiri, dan  telah berkekuatan hukum tetap,” jelas Hamdan.
Selain itu, menurut Hamdan, juga ada keterangan saksi yang tidak dipertimbangkan yaitu kesaksian Jimmy Hermawan Tjahjawidjaja, S.H., selaku kuasa yang mewakili Fireworks Ventures Limited dalam pembelian piutang dari PT. Millenium Atlantic Securities dimana Piutang PT. GWP yang dialihkan oleh PT. MAS kepada Fireworks Ventures Limited adalah piutang yang berasal dari PT. Bank PDFCI, PT. Bank Rama dan PT. Bank Dharmala saja.
”Terdakwa, klien kami, Desrizal mengaku bersalah dan menyesali perbuatannya serta siap menerima hukuman. Perlu diketahui, dia tidak bermaksud menyerang institusi hukum atau menghina pengadilan, namun  semata-mata karena putus asa setelah menyaksikan due process tidak berjalan sebagaimana mestinya,” sesal Hamdan. (vit)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.