Perilaku Seks Menyimpang, MUI: Pemkab Bekasi Jangan Diam Saja

indopos.co.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bekasi meminta pemerintah daerah tidak hanya tinggal diam atas banyaknya perilaku kelainan seks. Pasalnya, perbuatan suka dengan sesama jenis tersebut sangat dilarang oleh agama.

“Pemerintah Kabupaten Bekasi jangan tinggal diam atas maraknya perilaku seks menyimpang. Karena perlakuan itu sudah dosa besar,” kata Plt MUI Kabupaten Bekasi Athoilah Mursyid, Rabu (4/12/2019).

Athoilah menambahkan, sebab musabab penyakit ini sebenarnya karena banyak faktor. Sehingga, penyakit ini terus berkembang dan menyasar ke setiap orang.

Faktor pertama, kata dia, terkait pendidikan keagamaan yang kurang. Soal keimanan menurut dia, menjadi penentu perilaku seks menyimpang. Apalagi, dilakukannya oleh mereka yang sudah manikah.

Baca Juga :

Layanan Kartu Sakti Mendadak Dihentikan

Kemudian kedua, kata dia, masalah pola asuh di usia dini. Misalkan, ketika mereka masih berusia anak-anak lawan bermainnya tidak terpat. Untuk anak laki-laki seharusnya main dengan laki-laki bukan dengan perempuan, dan sebaliknya.

“Tapi dengan banyaknya kaum trans gender ini bukan harus dimusuhi atau dihindari. Melainkan kita harus melakukan pendekatan secara persuasif,” kata Athoilah.

Baca Juga :

Dan untuk menghindari terjadinya kelainan seks pada pasangan suami istri, kata Athoilah, kedua pasangan itu harus bisa memahami. Seperti seorang istri harus cakap memberikan pelayanan birahi. Sama juga dengan para suami yang memberikan tanggung jawab besar atas istri dan keluarganya.

“Bisa juga ‘kan penyebabnya suami cari sensasi seks yang lain karena istrinya tidak bisa melayani. Akan tetapi semua harus sesuai koridor agama dalam meminta kewajiban masing-masing,” tandasnya. (dny)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.