Papua Lebih Kondusif, Mahfud MD: Di Pemberitaan Selalu Ributnya Saja yang Muncul

indopos.co.id – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menilai kondisi Papua saat ini dalam keadaan baik. Tidak ada yang perlu terlalu dikhawatirkan secara berlebihan mengenai adanya gerakan separatis bersenjata.

“Memang ada beberapa di gunung-gunung, namun jumlahnya kecil. Selain itu, di antara kelompok-kelompok mereka sendiri juga saling berperang,’’ ujar Mahfud saat berbincang dengan INDOPOS di kantornya, Rabu (4/12).

Mahfud yang baru saja pulang dari kunjungan ke Papua mengatakan, kalaupun ada yang perlu diwaspadai soal Papua, saat ini adalah para provokator yang mengembuskan opini miring soal Papua. Berdasarkan hasil laporan yang diterimanya, opini tersebut dimunculkan oleh pihak-pihak tertentu melalui media-media sosial (medsos) yang seluruhnya berbasis di luar negeri. ’’Mereka membangun opini seolah-olah pemerintah kewalahan. Kami kira sebagian media pun terpengaruh opini itu. Padahal, kalau secara militer kita mampu menangani. Tapi karena adanya opini itu, dibuat seolah kita kewalahan,’’ katanya.

Sebelumnya, Menkopolhukam Mahfud MD telah melakukan pertemuan dengan sejumlah tokoh Papua, di Kota Jayapura, Sabtu (30/11/2019) lalu. Dalam pertemuan itu, Mahfud MD mendengarkan aspirasi para tokoh terkait proses rekonsiliasi dan rekonstruksi pembangunan di Papua, pasca-rusuh di Jayapura dan Wamena, Kabupaten Jayawijaya.

Dalam pertemuan tersebut, Menkopolhukam didampingi Wakil Menteri PUPR Wempi Wetipo dan Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal mengaku banyak mendapatkan fakta baru terkait penanganan masalah di Papua.

“Ternyata banyak hal yang selama ini belum menjadi berita di media yang sebenarnya penting kita olah di Jakarta,’’ terang Mahfud.

Baca Juga :

Menurut dia, keinginan para tokoh untuk mengatasi berbagai masalah di Papua patut diapresiasi dan direspons cepat.

Hal tersebut karena mereka menginginkan pemerintah lebih mengedepankan cara-cara persuasif. ’’Misalnya pendekatan yang lebih komprehensif dan humanis, seperti masalah KKR, pemberdayaan masyarakat adat, pemerataan pembangunan ekonomi,” kata dia.

Mahfud MD memastikan situasi di Papua jauh lebih kondusif dibandingkan dengan apa yang tergambar melalui berbagai pemberitaan di media.

’’Selama ini di pemberitaan selalu ributnya saja yang muncul,’’ ujarnya.

“Tadi bagus karena semuanya punya semangat untuk maju bersama dan pendekatannya banyak ke sisi sosial, budaya, dan kesejahteraan,’’ sambung Mahfud.

Sementara itu, Mahfud juga mengomentari soal pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab atau HRS. Menurut Mahfud, sepanjang yang dia tahu, pemerintah tidak pernah menghalangi kepulangan HRS dari Arab Saudi. Pihaknya juga membantah klaim HRS yang mengaku telah melapor ke kedutaan Indonesia di Arab Saudi. Mahfud mengatakan Habib Rizieq tidak pernah datang ke Kedubes RI.

’’Tidak pernah dia (HRS) melapor. Saya sudah berbicara dengan kedubes ndak pernah, ndak pernah datang,” katanya.

Mahfud mengatakan, saat Dubes Arab Saudi untuk Indonesia bertandang ke kantornya, ia juga menanyakan mengenai HRS. “Namun, Dubes juga mengaku tidak mengetahui. Yang jelas, dia tidak boleh meninggalkan Arab Saudi karena demi keamanan negara Arab Saudi, dan bukan demi keamanan dia (HRS),” ucap Mahfud. (wok)

 


loading...

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.