UID Bekali Pemimpin Muda Kelola SDA

indopos.co.id – United In Diversity (UID) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Salah satunya melalui program beasiswa bertajuk “BEKAL (Bersama Kelola Alam Adil Lestari) Pemimpin”.

Beasiswa BEKAL Pemimpin ini diberikan untuk para emerging leader, yakni para pemimpin muda ataupun calon pemimpin yang usianya masih di bawah 40 tahun. Program ini bertujuan menumbuhkan jejaring pemimpin muda di bidang lingkungan yang mampu menggerakkan transformasi sosial menuju pengelolaan sumber daya alam (SDA) Indonesia yang berkeadilan, berkelanjutan, dan berkearifan lokal.

Chief Executive Officer UID Indira P Baheramsyah mengatakan, pada saat dibuka pada Mei 2019 lalu, ada lebih dari 650 orang yang mendaftar untuk mendapatkan beasiswa. Namun, pada program perdana yang juga didukung oleh The David and Lucile Packard Foundation ini, UID baru dapat memfasilitasi 58 orang penerima beasiswa.

Penerima beasiswa tersebut mewakili tiga wilayah Indonesia, yakni timur, tengah dan barat. Para penerima beasiswa juga berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pelaku usaha dan insustri, lembaga pemerintah pusat dan daerah, LSM/NGO, akademisi, hingga para jurnalis. Program beasiswa ini berdurasi enam bulan, mulai dari Juli – Desember 2019.

“Program BEKAL Pemimpin memfokuskan pada beberapa isu pengelolaan sumber daya alam yang selama ini memainkan peran sangat penting dalam menentukan kualitas lingkungan Indonesia. Antara lain, pemanfaatan lahan, akuakultur, perikanan dan kelautan, agrikultur, serta bidang-bidang lain yang berpengaruh terhadap pengelolaan sumber daya alam, seperti inovasi model bisnis, value chain dan pemanfaatan teknologi digital,” kata Indira saat acara Pelulusan BEKAL Pemimpin di Gedung Annex, Jakarta Pusat, Kamis (5/12/2019).

Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil menyambut baik program yang dilakukan UID. Menurutnya, semakin banyak BEKAL Pemimpin yang seperti ini yang diciptakan, maka pembangunan Indonesia ke arah yang lebih baik akan menjadi lebih cepat.

Salah satunya mengenai prototipe Investasi Hijau yang dikerjakan oleh penerima beasiswa BEKAL Pemimpin, menurut Sofyan, prototipe tersebut sangat baik untuk SDA Indonesia kedepannya.

“Saat ini perkebunan sawit rakyat porsinya 45 persen dari total perkebunan sawit di Indonesia, namun perkebunan sawit rakyat tersebut baru mampu memproduksi 3 ton per hektare. Lebih rendah dari produksi perkebunan sawit milik korporat yang mampu memproduksi 7 ton per hektar. Jika kita bisa tingkatkan dari 3 ton menjadi 7 ton, berarti akan peningkatan produksi lebih dari 100 persen tanpa harus membuka lahan baru,” kata Sofyan. (ind)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.