Warga Kota Bekasi: Kenapa KS NIK Dihentikan, Itu Baik Buat Kami

indopos.co.id – Kabar penghentian Kartu Sehat berbasis Nomor Induk Kependudukan (KS NIK) milik Pemerintah Kota Bekasi menjadi tanda tanya masyarakat. Mereka bingung lantaran layanan yang sudah dipakai sejak tiga tahun itu mendadak dihentikan.

“Kenapa pemerintah tidak melihat warga tidak mampu. Kami bukan peserta Peserta Bantuan Iuran (PBI), tapi kami hidup serba kecukupan. Bagaimana buat bayar BPJS, duit dari mana,” kata Ari, (30), warga Pondok Ungu, Kota Bekasi, Sabtu (7/12/2019).

Baca Juga :

Padahal, kata Ari, selama ini layanan kesehatan KS NIK sangat membantu dirinya termasuk masyarakat luas. Karena, hanya dengan memberikan KTP layanan kesehatan sudah diterima. “Kita juga sebagai masyarakat tidak ditarik biaya premi seperti BPJS,” katanya.

Senada, Aisyah, (38) warga Alexindo Medan Satria Kota Bekasi. Menurutnya, tidak tahu harus berbuat apa bila layanan gratis kesehatan ini sudah tidak ada. Padahal, pemakaian BPJS sudah tidak lagi diurus. “Karena saya tidak kuat bayar premi BPJS tiap bulan,” jelasnya.

Baca Juga :

Apalagi, sebagai penjual sayuran, Aning tidak masuk sebagai PBI. Sehingga, iuran premi BPJS harus ditanggung sendiri. “Kalau selama ini KS NIK semuanya gratis, tidak ada pembayaran sedikitpun,” ujar perempuan beranak satu.

Sebelumnya, layanan kesehatan milik Kota Bekasi dihentikan per 1 Januari 2020 mendatang. Kartu Sehat berbasis Nomor Induk Kependudukan (KS NIK) itu tak akan dapat digunakan setelah pemerintah daerah merespons surat dari Permendagri nomor 33 Tahun 2019 tentang pedoman penyusunan APBD 2020.

Baca Juga :

Pengehentian ini pun dituangkan dalam Surat Edaran Wali Kota Bekasi nomor 440/8894/Dinkes yang terbit pada 29 November. (dny)

 


loading...

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.