Tersisa 28 Bangunan, Pembayaran Ganti Rugi Kereta Cepat Jakarta-Bandung Capai 88 Persen

indopos.co.id – Proses pembayaran uang ganti kerugian (UGR) terhadap warga yang terimbas proyek pembangunan Kereta Cepat Jakarta – Bandung, di Tanah Galian, Kelurahan Halim Perdanakusuma, Kecamatan Jakarta Timur, hampir rampung. Atau prosesnya telah mencapai 88 persen.

Hal tersebut diutarakan oleh Direktur Operasional PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PT PSBI) Muhammad Nasyir. Menurut Nasyir, pembayaran UGR kepada warga akan rampung sesuai target.

Baca Juga :

“Sudah 88 persen. Insya Allah pembayaran Uang Ganti Kerugian kepada warga di Tanah Galian, Kelurahan Halim Perdanakusuma akan rampung sesuai dengan target,” kata Nasyir di sela-sela agenda proses pembayaran UGR kepada warga, di BNI KCP Matraman, Jakarta Timur, Jumat (6/12/2019).

Proses pembayaran UGR kepada warga ini, kata Nasyir, sudah memasuki UGR ke 11. Dengan rincian pembayaran UGR sebanyak 56 bidang bangunan. Sehingga dari total 248 bidang bangunan yang terdampak proyek pembangunan Kereta Cepat Jakarta Bandung, di Tanah Galian, hanya tersisa 28 bidang bangunan lagi.

Baca Juga :

“Masih ada sekitar 12 persen, 28 bidang lagi. Mohon doanya semoga secepatnya bisa kita proses untuk pembayaran UGR kepada warga yang belum sehingga bisa rampung sesuai dengan target,” ujarnya.

Proses pembayaran UGR proyek pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung kepada warga yang dilaksanakan di kantor BNI Matraman, Jakarta Timur berjalan lancar.

Baca Juga :

Sejumlah pihak terkait dilibatkan dalam proses ini, diantaranya, PT KCIC, PT PSBI, BPN Kota Jakarta Timur, Sudin Perumahan Rakyat Dan Kawasan Permukiman Kota Administrasi Jakarta Timur dan BNI Kantor Kas Wijaya Karya.

Akwila Sihar Sihotang, salah satu warga yang menerima pembayaran UGR mengatakan, merasa puas dengan proses pembayaran UGR yang dilaksanakan hari ini. Pendeta dan tokoh masyarakat Tanah Galian ini menambahkan bahwa nilai pembayaran UGR sudah sesuai dengan harapan warga.

“Kami mendukung proyek nasional. Masyarakat puas dengan UGR ini. Nilai sesuai dengan harapan dengan dengan Undang-undang nomor 2 tahun 2012,” tandas Akwila Sihar Sihotang usai menerima pembayaran UGR.

Seperti diketahui, Kereta Cepat Jakarta Bandung ditargetkan akan mulai beroperasi pada tahun 2021. Terdapat empat stasiun yang menyokong jalur Kereta Cepat Jakarta – Bandung. Diantaranya Stasiun Halim, Stasiun Karawang, Stasiun Walini dan Stasiun Tegalluar. Kereta Cepat Jakarta -Bandung bisa memangkas waktu tempuh Jakarta – Bandung, menjadi sekitar 46 menit. (mdo)


loading...

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.