Cerita Dandim Lebak Selamatkan 9 Penambang Liar

Terjebak Selama 72 Jam di Dalam Lobang

indopos.co.id – Banjir bandang yang melanda kawasan Citorek, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, Jumat (6/12/2019), menyisakan cerita dramatis penyelamatan sembilan orang penambang emas ilegal yang terperangkap dalam lobang tambang emas tersebut selama 72 jam.

Komandan Kodim (Dandim) 0603 Lebak Letkol (Kav) Yudha Setiawan menceritakan detik-detik penyelamatan sembilan orang penambang liar atau sering disebut gurandil tersebut terpernagkap dalam lobang tambang sedalam 400 meter. “Kita terjunkan 100 personel ke Cibeber dan Bayah untuk membantu masyarakat yang menjadi korban bencana tersebut,” terang Yudha Setiawan, kepada INDOPOS, Minggu (8/12/2019).

Baca Juga :

Dandim menambahkan, untuk penanganan bantuan pihaknya fokus dulu untuk mengevakuasi warga yang terperangkap di dalam lobang tambang emas liar tersebut. ”Kondisi medannya cukup terjal, alat berat juga cukup sulit untuk masuk,” cetusnya.

Dengan menggunakan alat berat, akhirnya penambang emas liar yang terjebak dalam lubang galian tambang emas itu berhasil ditemukan dievakuasi oleh Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, Kodim 0603/Lebak dan Polres Lebak, BPBD, relawan BSMl, BPBD, PMI, Tagana, Balawista dan warga sekitar.

Baca Juga :

Dandim menceritakan kesulitan tim saat mencari lobang pintu masuk ke lokasi tambang,karena semuanya sudah tertutup oleh lumpur akibat banjir bandang tersebut. ”Kita juga melibatkan warga setempat untuk mencari titik lobang pintu masuk ke dalam tambang,” imbuhnya.

Ketika melihat adanya celah air yang masuk ke dalam lobang, tim penyelamatan langsung membersihkan lokasi dengan alat berat dam berhasil menemukan pintu masuk ke dalam lobang tambang dengan kedalaman 400 meter tersebut.

Baca Juga :

“Saat itulah, petugas langsung masuk ke dalam lobang tambang dan berhasil mengevakusi sembilan penambang yang terjebak di dalam lobang tambang selama 72 jam,” kata Dandim

“Saat dievakuasi, kondisi ke sembilan penambang itu sudah lemah, karena selama 72 jam teperangkap dalam lobang tambang dan untuk bertahan hidup mereka hanya makan sisa mie instan yang dibawa saat hendak menambang,” sambung Dandim.

Sembilan orang gurandil itu adalah Surahman, Hamdan, Ade, Haisa, Barka, Faisal, Juli, Ansa, Dar’i. Mayoritas korban merupakan warga Kampung Lebak Sembada, Kampung Ciusul, Kampung Cipuluh dan Citorek, Desa Citorek Kidul. (yas)


loading...

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.