BPJAMSOSTEK Fasilitasi Pemulihan Atlet Baseball Peraih Medali Perunggu SEA Games 2019

indopos.co.id – Seorang atlet baseball Anhar Rahman, mengalami cedera otot hamstring kaki kiri saat bertanding di SEA Games 2019 Filipina. Dia langsung diterbangkan ke Indonesia dan dirawat lebih lanjut di RS Premier Bintaro, Tangerang Selatan, Banten. Seluruh biaya pemulihan Anhar ditanggung oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK).

”Pertama-tama kami mengucapkan selamat kepada Tim Baseball Putra Indonesia yang berhasil meraih medali perunggu pada Sea Games 2019 kemarin meskipun kehilangan salah satu pemukul andalannya, Anhar Rahman yang cedera. Kami pastikan Anhar Rahman mendapatkan perawatan terbaik di RS Premier Bintaro yang merupakan salah satu rumah sakit Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK) mitra kami. Semoga Anhar Rahman secepatnya bisa pulih dan kembali berlaga,” ungkap Kepala Kantor Cabang (Kakacab) BPJAMSOSTEK Jakarta Ceger Dani Santoso, di Jakarta, Selasa (10/12/2019). Menurut Dani, Anhar merupakan salah satu dari keseluruhan kontingen Indonesia di Sea Games 2019 yang terlindungi oleh program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.

”Seluruh kontingen Indonesia di SEA Games 2019 terdaftar kepesertaan di kantor cabang kami yang merupakan hasil kerja sama dengan National Olympic Committee (NOC) Indonesia, Kemenpora RI dan BPJAMSOSTEK,”cetusnya. Seluruh kontingen tersebut terlindungi dengan program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).

”Kita ketahui bersama program Jaminan Kecelakaan Kerja ini memberikan manfaat yang luar biasa yaitu jaminan pemulihan kepada peserta yang mengalami kecelakaan kerja tanpa batas biaya dan tanpa batas waktu perawatan, sampai peserta dinyatakan sembuh,” cetusnya. Dani meyakini seluruh atlet Indonesia di SEA Games 2019 Filipina sudah memberikan totalitasnya dalam bertanding demi mengharumkan nama Indonesia. Dan semua dilakukan dengan rasa aman karena dilindungi oleh negara dengan program BPJAMSOSTEK.

Sementara itu Anhar Rahman yang ditemui di RS Premier Bintaro menceritakan awal cedera kaki yang menimpanya saat berlaga di Filipina. ”Hari Rabu 4 Desember lalu Indonesia melawan Kamboja. Saat itu setelah saya memukul bola kemudian lari ke arah base satu, saya merasa ada yang tertarik di bagian paha kiri saya. Saya kira tidak ada masalah apa-apa. Setelah pertandingan, dicek oleh dokter dan diberikan pain killer (pereda nyeri). Tapi rasa sakitnya malah tambah parah,” ungkapnya.

Anhar mengatakan, dirinya masih berusaha untuk memaksa turun saat melawan Thailand, tetapi ternyata kondisinya tidak memungkinkan. ”Sampai di Jakarta pun saya dikondisikan menggunakan kursi roda kerena tidak bisa jalan sama sekali,” ungkapnya.

Setelah sampai di Bandara Soekarno-Hatta, Anhar dievakuasi ke RS Premier Bintaro, Tangerang Selatan, Banten.”Saya senang ternyata semuanya sudah dicover BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK). Tentu ini sangat membantu atlet-atlet seperti saya. Atlet-atlet yang lain pasti juga sangat terbantu dengan didaftarkan peserta BPJS Ketenagakerjaan,” ungkapnya.

Sementara itu Wakil Ketua Umum PB Perbasasi (Persatuan Baseball dan Softball Seluruh Indonesia) Leo Agus Cahyono mengatakan pihaknya menjalin kerja sama dengan BPJAMSOSTEK dimulai setelah Asian Games 2018. ”Pihak BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) datang dan memberikan pengetahuan (sosialisasi) kepada kami,” ujarnya.

PB Perbasasi sudah merasakan manfaat nyata dari program BPJAMSOSTEK. Seperti atlet PB Perbasasi yang berlaga pada Asian Games 2018 yang meninggal dunia Ramon Setiyono. Ahli warisnya saat itu mendapatkan santunan yang langsung diberikan kepada keluarganya di daerah Pemalang, Jawa Tengah. ”Begitu pula atlet kami dari Lampung, Luthvy Jonata yang cedera di lututnya juga ditangani dengan sangat baik. Ada pula beberapa atlet putri kami yang cedera saat bertanding di Makassar. Seluruh biaya perawatan dan pengobatan ditanggung penuh oleh BPJS Ketenagakerjaan,” ungkapnya.

Hal tersebut membuat PB Perbasasi yakin mengenai pentingnya atlet-atlet baseball dan softball seluruh Indonesia harus didaftarkan ke BPJAMSOSTEK. Pengurus PB Perbasasi pun mulai menyosialisisasikan program BPJAMSOSTEK ke pengurus-pengurus daerah Perbasasi. ” Saat event Pra PON 2019 Agustus lalu di Banten, kami mulai menjelaskan kepada seluruh pengurus daerah mengenai pentingnya BPJS Ketenagakerjaan. Dengan membayar premi hanya di bawah Rp 25.000 perbulannya, atlet, pelatih dan pengurus bisa mendapatkan perlindungan dan memberikan rasa aman saat bertanding.”

Dengan terlindungi program BPJAMSOSTEK pihaknya berharap dapat mengirim atlet secara maksimal dan mendulang banyak prestasi di event internasional. ”Atlet kami di SEA Games Anhar mendapat cedera di kaki bagian kiri. Ternyata ambulans siap, RS siap dengan proses yang tidak bertele-tele. Kasus ini menjadi contoh bagi kami pembina olahraga untuk semakin jauh bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan agar kami mendapat rasa aman dalam berlatih dan bertanding,” cetusnya.

Leo mengatakan, akan sangat baik jika seluruh PB yang ada di Indonesia bekerja sama dengan BPJAMSOSTEK. ”Mudah-mudahan program ini bisa segera melindungi semua atlet di semua cabang olahraga yang ada di Indonesia,” tegasnya.(dni)


loading...

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.