Langkah Ini Diperlukan agar Klaim Asuransi Tidak Tertolak

indopos.co.id – Perusahaan asuransi di Indonesia bak jamur di musim penghujan. Minat masyarakat menggunakan jasa asuransi pun meningkat. Namun tidak sedikit klaim asuransi menyebabkan nasabah kecewa. Sebab tidak sedikit klaim tertunda bahkan tertolak.

Seringkali nasabah tidak menyadari bahwa klaim yang diajukan bisa jadi tidak memenuhi persyaratan dan cakupan polis dari produk asuransi yang dimilikinya.

Head of AHCS Operation Allianz Life IndonesiavAngelia Agustine mengatakan, ada beberapa hal harus diperhatikan agar klaim tidak tertunda atau bahkan tertolak. Antara lain bersikap jujur. Dalam proses kontrak asuransi, calon nasabah diharapkan jujur terhadap kondisinya.

“Menyembunyikan informasi penting terkait produk asuransi bisa berujung penolakan klaim,” ujar Angelia Agustine di Jakarta, Selasa (17/12).

Dalam proses penerbitan polis, menurut Angelina pastikan identitas jelas, benar, dan asli. Sebab, bukti identitas dan salinannya dibutuhkan dalam proses klaim. Jika ditemukan perbedaan antara identitas yang tercatat di polis dan dokumen identitas yang diajukan saat klaim, ada kemungkinan klaim ditolak.

“Hal lain yang perlu diperhatikan adalah cakupan polis. Karena, produk asuransi dibuat beragam sesuai kebutuhan calon nasabah,” ungkapnya.

Baca Juga :

Ia menyebutkan, ada beberapa jenis penyakit yang tidak dilindungi dalam polis asuransi kesehatan. Oleh karena itu nasabah harus mempelajari dan memilih perusahaan asuransi yang menyediakan produk asuransi kesehatan sesuai dengan kebutuhan.

“Untuk penyakit yang dilindungi dalam polis, nasabah harus mengetahui ketentuan dan pengecualian yang berlaku agar dapat mengajukan klaim yang sesuai dengan cakupan dan perlindungan polis,” terangnya.

Ia menegaskan, dokumen lengkap saat mengajukan klaim harus dipastikan. Pastikan semua dokumen lengkap tanpa kekurangan. Bila terkait kesehatan, butuh dokumen pendukung dari layanan kesehatan seperti tanda bukti pembayaran seperti kuitansi, surat keterangan dokter, hasil pemeriksaan laboratorium dan dokumen lainnya.

Perlu diketahui, terkait asuransi jiwa, dibutuhkan diantaranya akta kematian dan hingga dokumen yang menunjukkan pengklaim memang berhak melakukan itu. Perusahaan asuransi dapat meminta tambahan dokumen penunjang klaim apabila diperlukan untuk memastikan klaim sesuai dengan cakupan dan perlindungan polis.
(mdo)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.