Jelang Pilkada Serentak, KNPI: Petakan Potensi Ancaman Nasional

indopos.co.id – Dewan Pengurus Pusat (DPP) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) menggelar serial diskusi bertajuk ‘Refleksi Akhir Tahun 2019’. Salah satu yang menjadi pembahasan adalah seputar Deteksi Dini Ancaman Nasional jelang Pilkada Serentak 2020.

Bendahara Umum DPP KNPI Tweedy Ginting mengatakan, upaya memetakan potensi ancaman nasional amat penting dilakukan. Terutama mendekati momen-momen seperti Pilkada.

“Tahun depan ada 270 daerah menggelar Pilkada Serentak. 9 provinsi, 37 kota, dan 234 Kabupaten,” ujar Tweedy di Gedung RRI, Jakarta, Kamis (19/12/2019).

Dia menjelaskan, setidaknya ada lima yang berpotensi berbahaya dalam Pilkada. Pertama soal sebaran berita hoaka.

Mabes Polri mencatat ada 3.500 media sosial dan 30 ribu lebih konten hoaks yang mengandung suku, agama, ras dan antargolongan (SARA). “Selanjutnya politik identitas. Kalau tidak disikapi serius bisa mengarah kepada rasisme pascapemilunya,” beber Tweedy.

Dua hal lainnya yang disikapi, kata Tweedy, adalah terkait politik uang dan polarisasi masyarakat. Menurut dia, sepanjang pemilu di Indonesia, politik uang telah menjadi bahasan utama dan menjadi persoalan klasik. “Peserta pemilu masih menjadikan uang sebagai ujung tombak,” kata dia.

“Terakhir soal penyebaran paham radikalisme dan anti Pancasila. Kita harus waspada betul dengan ancaman ini,” pungkas Tweedy. (mdo)

 

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.