12.629 Narapidana Nasrani Terima Remisi Khusus Natal, 166 Orang Langsung Bebas

indopos.co.id – Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) memberikan Remisi Khusus (RK) Natal 2019 kepada 12.629 Narapidana pemeluk agama Kristen, Kamis (25/12/2019). Dari jumlah tersebut 166 orang diantaranya mendapatkan RK II atau dipastikan langsung bebas.

Direktur Jenderal Pemasyarakatan Sri Puguh Budi Utami mengatakan, pihaknya meyakini bahwa pemberian remisi khusus Natal ini dapat memotivasi Narapidana untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Bukan pemenuhan hak Narapidana dan pengurangan masa pidana semata.

Baca Juga :

“Maknanya jauh lebih dalam karena diberikan ketika perayaan hari keagamaan,” ujarnya, di Jakarta, Selasa (24/12/2019).

Adapun sebanyak 12.463 orang mendapatkan RK I atau pengurangan sebagian masa pidana. Dimana 2.704 orang menerima remisi 15 hari, 7.895 orang menerima remisi 1 bulan, 1.507 menerima remisi 1 bulan 15 hari dan 357 mendapat remisi 2 bulan. Saat ini, Narapidana beragama Kristen di seluruh Indonesia berjumlah 18.900 orang.

Remisi merupakan hak Narapidana yang diamanatkan oleh peraturan perundang-undangan. Tapi tidak serta merta diberikan karena banyak syarat yang harus dipenuhi baik dari aspek administratif maupun substantif.

“Nah, untuk remisi khusus Natal ini kami harapkan bisa menambah rasa suka cita mereka menyambut perayaan Natal sehingga termotivasi untuk berubah dan menambah rasa syukur atas karunia-Nya,” jelas Utami.

Baca Juga :

Sementara itu, Direktur Pembinaan Narapidana dan Latihan Kerja Produksi Yunaedi mengungkapkan, usulan RK Natal Tahun 2019 terdiri atas 3.428 orang terkait 34A Ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2012, 67 orang terkait Pasal 34 Ayat (3) Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2006 dan 9.134 terkait Tindak Pidana Umum.

Selain itu, dari pemberian RK Natal berhasil menghemat biaya makan Narapidana sebesar Rp6.310.230.000,-.

“Angka sebesar itu dihitung dari rata-rata biaya makan per hari sebesar Rp17 ribu,- per orang Yang jelas, semua proses pemberian remisi ini dilakukan transparan melalui Sistem Database Pemasyarakatan,” ungkap Yunaedi.

Dia menambahkan, Narapidana yang mendapatkan remisi khusus adalah mereka yang telah memenuhi persyaratan administratif dan substantif.

Hal itu sesuai ketentuan dan perundangan yang berlaku. Diantaranya telah berstatus sebagai narapidana minimal enam bulan pidana penjara, tidak melakukan pelanggaran selama menjalani pidana, serta aktif mengikuti program dan kegiatan pembinaan di lapas/rutan.

Berdasarkan Sistem Database Pemasyarakatan tertanggal 23 Desember 2019, jumlah Warga Binaan Pemasyarakatan di seluruh Indonesia mencapai 269.924 orang dengan rincian sebanyak 202.690 Narapidana, 64.512 tahanan dan 2.722 Anak.

“Sementara itu kapasitas hunian hanya sebesar 130.559 orang. Dari jumlah tersebut didominasi oleh WBP kasus narkotika sebesar 128.437 orang (47,57 persen),” pungkasnya. (dai)


loading...
1 Komentar
  1. asmiranda berkata

    Hanya perlu modal dikit aja kita bisa jadi kaya,
    gimana caranya yaa…???
    buruan dech ke qqharian,info
    bikin hati senang kondisi dompetpun tenang….
    TAPI jangan lupa join now, kalo mau cepat ikutan kaya…

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.