Pindah Ibu Kota Negara, Anggota DPR Ini Ingatkan Perlunya Kaji format Jakarta

indopos.co.id – Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra Kamrussamad mengingatkan perlunya mengkaji format dan arah pembangunan di Jakarta setelah tidak lagi menjadi ibu kota.

“Ini yang kita mesti kaji dulu. Kita katakan mesti dikaji lebih mendalam format DKI Jakarta pasca tidak menjadi ibu kota,” kata Kamrussamad di acara diskusi “Leadership Outlook 2020” yang diprakarsai KAHMI Institute di Hotel Double Tree, Cikini, Jakarta, Selasa (31/12/2019).

Baca Juga :

Menurut Kamrussamad, format pembangunan Jakarta harus segera ditentukan. Sebab calon ibu kota baru sudah disiapkan, yakni Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. “Kita mau bawa ke mana Jakarta pascatidak membawa label sebagai ibu kota?” tanya dia sambil meneruskan.

Apakah dia jadi zonasi khusus, lanjut dia, provinsi khusus atau apa namanya. “Itu yang harus kita kaji secara mendalam. Apalagi, kata dia, waktunya cukup sempit seiring dengan rencana pemindahan ibu kota baru yang akan direalisasikan beberapa waktu ke depan.

Baca Juga :

“Waktunya agak sempit sih, tinggal setahun ini. Menurut saya setelah itu harus segera ada usulan itu. Selain itu, perlunya penyesuaian regulasi yang mengatur Jakarta pascatidak menjadi ibu kota lagi. Harus ada penyesuaian regulasi, yaitu revisi UU tentang kekhususan Provinsi DKI Jakarta sebagai ibu kota Negara,” kata mantan pengurus HMI.

Kekhususan itu tertuang dalam UU Nomor 29/2007 tentang Pemerintahan Provinsi Daerah Khusus Ibu kota Jakarta sebagai Ibu Kota Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kemudian, kata politikus Partai Gerindra itu, revisi juga UU Nomor 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Baca Juga :

Jika pemindahan ibu kota terjadi sebelum 2024, kata dia, wali kota dan bupati di Kepulauan Seribu bisa juga diikutsertakan pada Pemilu serentak 2024. “Nah, kalau pemindahan ibu kota terjadi sebelum 2024, artinya secara simultan juga harus dilakukan revisi kekhususan DKI Jakarta sehingga keistimewaannya akan berubah,” kata Kamrussamad. (ant)


loading...

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.