PDEI Imbau Masyarakat Waspada Penyakit Pascabanjir

indopos.co.id – Ketua Umum Perhimpunan Dokter Emergensi Indonesia (PDEI) dr Moh. Adib Khumaidi, SpOT, meminta masyarakat waspada terhadap penyakit yang akan timbul pascabanjir.

Menurutnya potensi penyakit pascabanjir yang akan muncul diantaranya, Leptospirosis yang disebabkan karena air banjir yang kotor bercampur dengan kotoran tikus dan sampah. Kemudian Diare dan Demam Tifoid yang disebabkan oleh konsumsi makanan dan minuman. Serta kebersihan yang kurang higienis. Terutama karena selama banjir berlangsung banyak tumpukan sampah dan kotoran bercampur ke dalam rumah dan menempel di tubuh.

Baca Juga :

“Juga perlu waspada penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang disebabkan oleh nyamuk Aedes Agepty. Yang berpotensi muncul akibat tumpukan sampah dan rongsokan di area yang lembab paska banjir. Kemudian ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) yang disebabkan oleh udara dingin bercampur dengan air beraroma kotor selama banjir berlangsung,” ujarnya di Jakarta, Kamis (2/1/2020).

Potensi penyakit lainnya paka banjir yakni Asam Lambung dan Migren. Itu disebabkan karena umumnya korban banjir tidak mengonsumsi makanan sesuai gizi dan tidak makan tepat waktu.

“Hal ini umumnya banyak dialami oleh korban banjir usia produktif dan lansia,” jelas dr Adib Khumaidi, SpOT.

Kemudian penyakit yang perlu diwaspadai paska banjir adalah flu dan demam. Yang disebabkan karena korban banjir terpapar air dan udara dingin cukup lama. Serta infeksi kulit yang terjadi akibat paparan dengan air banjir yang bercampur dengan kotoran manusia, hewan, juga sampah dan lumpur.

Baca Juga :

“Selain sampah dan kotoran yang bercampur dalam air banjir, dikuatirkan juga ada hewan liar serta pecahan benda-benda tajam yang turut dalam arus banjir tersebut,” beber dr Adib Khumaidi.

Menurutnya mengingat musim hujan dan cuaca ekstrim ini masih akan berlangsung hingga dua bulan mendatang dan dikhawatirkan adanya banjir susulan atau berulang, PDEI mengimbau masyarakat agar melakukan pencegahan semaksimal mungkin. Misalnya dengan cara sebagai berikut.

Seperti nenghindarkan anak-anak untuk bermain air banjir. Hak itu agar terhindar dari berbagai jenis penyakit yang mungkin timbul sesudahnya. Tidak merendam kaki dalam air banjir kecuali untuk upaya penyelamatan. Segera mengganti pakaian basah dengan pakaian kering untuk mencegah hipotermia.

Kemudian melindungi anggota tubuh dengan mengenakan sarung tangan dan sepatu boots apabila harus terjun ke dalam air banjir. Mengenakan masker sewaktu membersihkan rumah dari kotoran air banjir serta hindari luka yang dapat berpotensi masuknya kuman.

Juga konsumsi makanan dan minuman yang higienis. Banyak minum air putih daripada minuman jenis lainnya untuk menjaga agar asam lambung tetap seimbang. Serta juga tidak mengonsumsi makanan pedas.

Mengonsumsi makanan yang segar dan perhatikan waktu kadaluarsa. Jangan lupa untuk mencuci tangan pakai sabun atau antiseptik sebelum makan. Siapkan persediaan obat-obat sederhana seperti penurun panas, obat lambung dan diare. Serta vitamin terutama untuk anak-anak dan balita. Jika ada keluhan kesehatan lebih lanjut segera berobat ke dokter di puskesmas atau posko kesehatan.

“Tujuan dari tindakan ini semua tentunya untuk mencegah agar kita semua terhindar dari penyakit pasca banjir yang sewaktu-waktu bisa mengenai siapa saja terutama anak-anak kita,” ujar dr Adib Khumaidi.

PDEI, kata dia, juga menghimbau kepada pemerintah daerah untuk ketersediaan air bersih, tempat pengungsian dengan higienis dan sanitasi yang baik untuk masyarakat di wilayah terdampak banjir.

“Saat ini tim medis PDEI sedang membangun posko kesehatan di beberapa wilayah, diantaranya Banten, Serang, Jakarta Pusat,” pungkasnya. (dai)


loading...

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.