Kejagung Kembali Didesak Periksa Novel

indopos.co.id – Massa dari Solidaritas Aktivis Anti-Diskriminasi Hukum mendesak Kejaksaan Agung memeriksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan dalam kasus dugaan penganiyaan kasus sarang burung walet di Bengkulu 2004 lalu. Menurut mereka, di negara hukum sudah seharusnya tidak ada yang kebal di mata hukum.
Arif, koordinator aksi mendesak agar Jaksa Agung ST Burhanuddin segera menjalankan kembali proses hukum Novel Baswedan. “Kami mendesak Jaksa Agung tidak terintervensi oleh pihak manapun dalam menjalankan proses hukum terhadap Novel Baswedan,” kata Arif dalam orasinya di Gedung Kejaksaan, Jakarta Selatan, Kamis (2/1/2020).
Baca Juga :
Massa yang membawa berbagai macam poster dan spanduk. Mereka juga menutup simbol justitia Kejagung sebagai simbol hukum akan mati jika Novel Baswedan tidak ditangkap. Massa aksi juga membakar ban bekas.
Baca Juga :
Arif meminta Jaksa Agung menegakkan keadilan atas dugaan kejahatan kemanusiaan yang dilakukan Novel terhadap warga Bengkulu. “Kami hadir di sini agar Jaksa Agung mengusut tuntas dan adili Novel dalam kasus sarang walet sekarang juga,” tegasnya.
Arif menjelaskan dalam kasus tersebut, Novel sebagai penyidik diduga telah melakukan penganiayaan berat hingga menyebabkan korban meninggal dunia. “Penganiayaan berat hingga berujung kematian ini bentuk kejahatan yang tidak bisa diampuni di mata hukum,” ungkapnya.
Arif meminta Jaksa Agung menegakan keadilan atas dugaan kejahatan kemanusiaan yang dilakukan Novel terhadap warga Bengkulu. “Kami hadir di sini agar Jaksa Agung mengusut tuntas dan adili Novel dalam kasus sarang walet sekarang juga,” tegasnya.
Arif menjelaskan dalam kasus tersebut, Novel sebagai penyidik diduga telah melakukan penganiayaan berat hingga menyebabkan korban meninggal dunia. “Penganiayaan berat hingga berujung kematian ini bentuk kejahatan yang tidak bisa diampuni di mata hukum,” ungkapnya. (yay)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.