Pascabanjir, PLN Nyalakan Kembali 4.864 Gardu Listrik

indopos.co.id – Perusahaan Lostrik Negara (PLN) hingga Jumat (3/1/2020) dari total 5.740 gardu distribusi terdampak banjir di Jabodetabek telah menyalakan sebanyak 4.864 gardu. Atau sebesar 85 persen dan sebanyak 876 gardu distribusi masih dipadamkan sementara demi keamanan warga.

Wilayah yang masih banyak mengalami pemadaman di Jabodetabek yaitu Cengkareng, Bandengan, Kebun Jeruk, Jasinga, Nanggung, Cibitung, dan Wanasari. Sementara wilayah lainnya sebagian besar telah menyala.

Baca Juga :

Sementara untuk wilayah Banten, dari 598 gardu distribusi yang terdampak banjir, sebanyak 480 gardu distribusi atau 80 persennya telah menyala. Dan 118 gardu distribusi masih dipadamkan sementara. Banten Selatan menjadi daerah yang masih banyak mengalami pemadaman sementara. Hal itu karena wilayahnya masih banyak tergenang air. Sementara untuk wilayah lainnya seperti Serpong, Cikokol, dan Teluk Naga sebagian besar telah menyala.

Sebelum menyalakan aliran listrik, PLN perlu memastikan bahwa gardu, jaringan, dan instalasi pelanggan aman. PLN menginspeksi, pembersihan, pengeringan, dan pengecekan gardu distribusi yang terkena dampak banjir. PLN akan menyalakan aliran listrik setelah penandatanganan berita acara dengan Ketua RT/RW atau tokoh masyarakat setempat yang menyatakan instalasi listrik di rumah warga aman.

Baca Juga :

“Kami berusaha semaksimal mungkin, lebih dari 3.200 personil kita turunkan untuk inspeksi. Daerah yang memang sudah diidentifikasi aman dan sudah mendapat persetujuah dari kepala lingkungan pasti kami nyalakan,” ujar Executive Vice President Corporate Communication and CSR PLN, I Made Suprateka, di Jakarta Jumat (3/1/2020).

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, pada Kamis malam (2/1/2020) memantau secara langsung pasokan listrik wilayah terdampak banjir Jakarta di Posko Siaga Banjir PLN Unit Induk Distribusi Jakarta

Anies mendukung PLN untuk mengutamakan keamanan warga dalam melakukan pemulihan pasokan listrik ke wilayah terdampak banjir.

“Saya memahami masyarakat membutuhkan listrik, apalagi untuk membersihkan bekas banjir. Namun, PLN tentu perlu berhati-hati untuk menyalakan listrik di daerah terdampak banjir. Keamanan masyarakat harus yang utama,” pungkasnya. (dai)


loading...

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.