Alexa Metrics

Usai Tahan Komisioner KPU sebagai Tersangka, KPK Buka Peluang Panggil Sekjen PDIP

Usai Tahan Komisioner KPU sebagai Tersangka, KPK Buka Peluang Panggil Sekjen PDIP KPU

Indopos.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memanggil Sekretaris Jenderap (Sekjen) DPP Partai PDIP Hasto Kristiyanto dalam penyidikan kasus dugaan suap terkait proses pergantian antar waktu (PAW) anggota DPR RI terpilih dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) periode 2019-2024.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, kalau penyidik membutuhkan keterangan yang bersangkutan pasti akan dipanggil. Ini seiring kabar yang beredar Hasto dipanggil KPK hari ini Jumat (10/1/2020).

Seperti diberitakan, KPK menetapkan Komisioner KPU Wahyu Setiawan sebagai tersangka. Karena ia diduga menerima suap Rp600 juta dari kader PDIP Harun Masiku agar menetapkan Harun menjadi anggota DPR daerah pemilihan Sumatera Selatan (Sumsel) I yang menggantikan caleg DPR terpilih Fraksi PDIP dari dapil Sumsel I, yaitu Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia.

Sebenarnya untuk memenuhi permintaan Harun tersebut, Wahyu meminta dana operasional sebesar Rp900 juta. Namun dari jumlah tersebut, Wahyu hanya menerima Rp600 juta.

Suap itu diduga diterima Wahyu dalam dua tahap. Pertama pada pertengahan Desember 2019. Saat itu, Wahyu menerima uang dari orang kepercayaannya, Agustiani Tio Fridelina, sebesar Rp 200 juta di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta Selatan. Uang ini didapat Agustiani dari Saeful namun KPK masih mendalami dari siapa sumber uang Rp200 juta itu.

Wahyu diduga kembali menerima suap sebesar Rp 400 juta pada akhir Desember 2019. Uang tersebut masih ada di tangan Agustiani. Agustiani yang sebelumnya menerima uang dari Saeful. Sementara Saeful diduga menerima uang itu dari Harun.

KPK mengamankan Wahyu dan asistennya Rahmat Tonidaya di Bandara Soekarno-Hatta pada Rabu siang (8/1/2020). Selanjutnya KPK juga mengamankan mantan anggota Badan Pengawas Pemilu sekaligus orang kepercayaan Wahyu, Agustiani Tio Fridelina di Depok.

Dari Agustiani, tim menamankan uang setara sekitar Rp400 juta dan uang dalam bentuk dolar Singapura serta buku rekening. Tim lain pun mengamankan Saeful (swasta) yang merupakan staf Hasto Kristiyanto dan Doni, seorang advokat serta supir Saeful.Terakhir tim KPK mengamankan keluarga Wahyu, Ika Indayani dan Wahyu Budiyani di Banyumas pada hari yang sama.

Selain Komisioner KPU Wahyu Setiawan, tiga orang yang menjadi tersangka dalam kasus tersebut ialah mantan anggota Badan Pengawas Pemilu sekaligus orang kepercayaan Wahyu, Agustiani Tio Fridelina, selaku pihak penerima. Sementara ada dua orang yakni eks caleg PDIP Dapil Sumsel, Harun Masiku dan Saefulsebagai pihak pemberi suap.

Terkait sumber dana ini, santer terdengar berasal dari Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Sebab, Doni dan Saeful disebut-sebut sebagai staf Hasto. Namun saat dikonfirmasi, Wakil Ketua KPK Lili Pantauli Siregar belum bisa memastikan apakah benar Doni dan Saeful merupakan staf Hasto atau tidak.

Tetapi ia memastikan hal itu akan didalami di penyidikan, termasuk siapa sumber dana Rp400 juta itu. “Sumber dana ini kan sedang didalami oleh teman-teman di penyidikan. Kemudian ada beberapa misalnya pihak swasta itu kan menjadi sumber aliran dana juga kan yang membawa dan mengantarkan,” kata Lili.

Sehingga, tak menutup kemungkinan KPK akan memanggil Hasto untuk mendalami sumber dana tersebut. Lili menyebut tak menutup kemungkinan akan ada pihak lain yang menyusul ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara ini.

“Soal memanggil pihak terkait yang disebut teman-teman (wartawan) tadi misalnya Pak Hasto, ini kembali ke penyidikan. Jadi mungkin tidak saja nama Hasto, tapi pihak yang mungkin berhubungan dengan pengembangan perkara ini nanti di penyidikan pasti ada panggilan-panggilan tertentu,” pungkasnya. (ant/ers)



Apa Pendapatmu?