Pemkab Muba Telurkan Program Entas Kemiskinan dan Pemberdayaan Masyarakat

2020, Salurkan Bantuan 2.400 Itik Petelur

indopos.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Banyuasin (Muba) melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakestrans) pada 2020 ini bakal menyalurkan 2.400 ekor itik (bebek) petelur kepada tiga kelompok pembudidaya.

Pembagian itik petelur ini secara bertahap dan merata akan diperuntukkan bagi seluruh Kecamatan di Muba. Awalnya hanya Kecamatan Lais dan Kecamatan Sekayu yang terdata paling tinggi Rumah Tangga Miskin (RTM)

Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex menyatakan, berdasarkan program kerja Disnakertrans 2020 telah dianggarkan penyaluran bantuan 2.400 ekor itik petelur untuk tiga kelompok, dua kelompok di Kecamatan Sekayu dan satu kelompok di Kecamatan Lais.

“Saya minta seluruhnya diawasi secara bersama, sehingga penerima manfaat ini diharapkan tepat sasaran yaitu kepada warga yang terdata berdasakan data BPS (Badan Pusat Statistik) dalam kelompok Rumah Tangga Miskin. Sehingga program ini memberdayakan warga miskin di Muba,” ujarnya, melalui pesan tertulisnya, kepada INDOPOS, Jumat (10/1/2020).

Baca Juga :

Pemkab Muba Dinobatkan Wajib Pajak Terbaik

Sementara itu, Kepala Disnakertrans Yusuf Amilin membenarkan, program tersebut telah dianggarakan dan rencanany program ini bagian dari pengetasan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat Muba. Nantinya, lanjut.Yusuf, setiap kelompok penerima manfaat terdiri dari 20 orang, masing-masing orang mendapatkan 40 ekor itik. Dan Itik petelur sendiri didatangkan dari Kabupaten Mojokerto dengan jenis itik mojosari yangbtelah teruji dan berhasil di daerah jawa.

Baca Juga :

“Kita tidak hanya memberikan itik saja, tapi kita siapkan pula kandang, pendamping dari PPL Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan (DTPHP) Muba, serta mentor-mentor yang telah sukses melakukan budidaya itik petelur ini. Sehingga program ini akan tepat sasaran dan diharapkan berhasil menurunkan angka kemiskinan di Muba,” kata dia.

Bukan hanya itu, pihaknya juga telah mempersiapkan pengadaan pakan yang nantinya diberikan kepada para peternak, serta program hilirisasi dari telur-telur yang dihasilkan. “Untuk turunan akan dijadikan telur asin, kita fasilitasi bekerjasama dengan minimarket atau warung, jadi tidak kita lepas begitu saja,” terang dia.

Selain telur, kata Yusuf, pihaknya juga akan menyiapkan alat penetas telur yang bibitnya nanti dapat disalurkan ke kelompok lain di Muba. “Kriteria penerima bantuan ini adalah masyarakat berpenghasilan rendah, memiliki kapasitas untuk melakukan pemeliharaan dan kelompoknya sudah terigistrasi secara online di DTPHP Muba,” beber dia.

Lebih lanjut Yusuf mengatakan, program yang dijalankan pihaknya itu bagian dari penciptaan lapangan pekerjaan yang nantinya diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah.

“Pasti ada yang bilang program (penyaluran itik) ini apakah tidak tumpang tindih dengan DTPHP Muba. Saya pastikan tidak, karena ini berkaitan dengan pemberdayaan Masyarakat dan penciptaan lapangan pekerjaan. Kita juga berkoordinasi dan bekerjasama dengan DTPHP Muba, terutama dalam hal pendampingan,” tandas dia. (srv)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.