Kucuran Dana Tak Terduga Pemkot Bekasi jadi Sorotan Dewan

indopos.co.id – Rencana penggelontoran dana tak terduga untuk merehabilotasi sekolah rusak akibat banjir disorot Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi. Dewan mengakui tidak menahu soal upaya pemakaian dana tak terduga oleh Dinas Pendidikan setempat.

“Dinas Pendidikan belum menyampaikan rencana kerja anggaran (RKA) tekait dana tak terduga tanggap darurat. Bagaimana Dewan bisa mengawasi, Disdik sendiri yang punya perencanaan tanpa melibatkan DPRD,” kata Ketua Komisi IV, DPRD Kota Bekasi Sardi Effendi, Minggu (12/1/2020).

Baca Juga :

236 RW di Jakarta Masih Dikepung Banjir

Sardi menambahkan, pihaknya baru sebatas mengetahui dana tak terduga yang dikucurkan Pemerintah Kota Bekasi sebesar Rp6,7 miliar.

Dana itu bersumber dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sebesar Rp723 juta, Dinas Sosial Rp1,9 miliar, Dinas Pemadam Kebakaran Rp1 miliar, Dinas Lingkungan Hidup Rp1,3 miliar dan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) Rp1,7 miliar.

Meski begitu, Sardi enggan mengomentari lebih dalam meski Komisi IV tidak dilibatkan dalam penganggaran tersebut. Hanya saja, Sardi menegaskan, Dinas Pendidikan harus berani mempertanggungjawabkan penggunaan anggaran rehabilitasi secara taktis.

“Belum ada rapat terkait biaya tak terduga tersebut. Apalagi mau dibelanjakan mebeler, harus dipertanyakan sekolah mana saja yang mau dibelikan terkena dampak banjir. Data sekolah yang terkena banjir saja tidak ada. Jadi biarkan Disdik tanggung jawab terkait biaya tak terduga tersebut,” jelas Sardi.

Baca Juga :

Sebelumnya, Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Pendidikan setempat mengucurkan dana Rp3,4 miliar untuk merehab sejumlah sekolah yang rusak akibat direndam banjir belum lama ini. Dana itu diserap melalui dana tak terduga pada awal tahun 2020. (dny)


loading...

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.