Tahun Ini Pemerintah Tetap Perhatian terhadap Pembangunan Industri Nasional

indopos.co.id – Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, 2020 yang penuh tantangan dan masih adanya ketidakpastian ekonomi global, pemerintah tetap memberikan perhatian serius terhadap pembangunan industri nasional.

Misalnya, langkah-langkah untuk meningkatkan investasi di Indonesia, mulai dilakukan dan menjadi salah satu fokus pada paket-paket kebijakan ekonomi yang telah dikeluarkan oleh pemerintahan saat ini.

Baca Juga :

Semester I-2020, Permintaan Semen Anjlok

“Kita ketahui bahwa Bapak Presiden Joko Widodo memiliki latar belakang sebagai seorang industrialis. Sehingga beliau memiliki komitmen dalam mendorong sektor industri dan memahami kebutuhan pelaku industri. Untuk itu, kita perlu optimistis terhadap upaya memacu perekonomian nasional,” ujarnya, di acara Kick-off Pelaksanaan Anggaran Kemenperin 2020 di Jakarta, Senin (13/1/2020).

Lebih lanjut Menperin Agus mengatakan, pihaknya akan membuat kebijakan pembangunan industri sesuai visi misi Presiden. Langkahnya dilakukan melalui pendekatan top-down. Sehingga ada sentuhan dari negara untuk keberlangsungan industri serta melakukan bottom-up dari hasil berbicara langsung dengan para pelaku industri mulai sektor hulu hingga hilir.

Diapun meminta kepada para pejabat eselon I beserta jajarannya, dapat melihat kembali seluruh kegiatan. Serta melakukan penyesuaian untuk mengakomodir beberapa fokus kegiatan sesuai dengan arah dan kebijakan Presiden pada tahun 2020.

Agus menambahkan, penyerapan anggaran yang dilakukan Kementerian/Lembaga (K/L) memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian Indonesia di tengah dinamika perekonomian global yang terjadi.

“Situasi tersebut berpotensi memengaruhi perekonomian nasional. Meskipun di sisi lain memberikan potensi baru bagi Indonesia untuk mengembangkan ekonominya,” ujarnya.

Pada 2020, pagu anggaran Kemenperin sebesar Rp2,9 triliun. Adapun alokasi terbesar akan digunakan program pengembangan sumber daya manusia (SDM) industri hingga Rp1,06 triliun.

“Selain itu, program pengembangan teknologi dan kebijakan industri sebesar Rp694,63 miliar. Serta program penumbuhan dan pengembangan industri kecil, menengah dan aneka (IKMA) sebesar Rp365,77 miliar,” pungkasnya. (dai)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.