Dinilai Bisa Ganggu Iklim Investasi, AEI Minta Kasus Jiwasraya Diungkap Tuntas

indopos.co.id – Wakil Ketua Umum Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) Bobby Gafur Umar meminta pemerintah dan lembaga penegak hukum mengungkap tuntas seluruh oknum pelaku di industri keuangan yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi dana investasi PT Asuransi Jiwasraya.

“Kasus dugaan korupsi dan permainan investasi saham oleh Jiwasraya telah mengganggu iklim investasi di pasar modal dan dikhawatirkan menghambat investasi bagi emiten yang tidak terlibat,” ujar Bobby di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (14/1/2020).

Baca Juga :

Persija Agendakan Uji Coba pada Februari

Sedikit banyak pasti ada gangguan ke iklim di pasar modal, lanjut Bobby, tapi perlu diingat, ini hanya segelintir emiten saja. Bobby mengatakan pemerintah dan penegak hukum harus membuktikan penegakkan hukum yang adil, dengan mengungkap seluruh oknum yang terlibat.

“Pemerintah harus hati-hati tangani kasus ini, harus jelas dan terbuka. Karena kalau tidak, kepercayaan investor ke pasar bisa kabur semua,” ujar Bobby saat rapat kerja dengan komisi DPR terkait.

Baca Juga :

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) telah mengungkapkan kerugian sementara Jiwasraya karena penurunan nilai produk reksadana saham mencapai Rp6,4 triliun dan ditambah kerugian pada investasi langsung ke saham sebesar Rp4 triliun.

Ketua BPK Agung Firman Sampurna mengungkapkan terdapat dugaan sementara bahwa ada indikasi “kongkalikong” pemilihan instrumen investasi oleh manajemen Jiwasraya dan Manajer Investasi.

Hasil sementara audit BPK menyebutkan mayoritas dana premi dari produk asuransi dan investasi Jiwasraya yakni JS Saving Plan diinvestasikan di instrumen saham dan reksadana saham berkualitas rendah.

“Jiwasraya juga berinvestasi di saham tanpa dasar data yang valid dan objektif. Jual beli saham dilakukan dengan pihak berafiliasi sehingga tidak mencerminkan saham yang sebenarnya,” ujar Agung terpisah.

Kasus di Jiwasraya kini sedang disidik Kejaksaan Agung (Kejagung) RI. Korps Adhyaksa pada Selasa (14/1/2020) telah menetapkan Mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya Harry Prasetyo.

Dan Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera (TRAM) Heru Hidayat dan Komisaris PT Hanson International Benny Tjokrosaputro sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi perseroan terbatas. (ant)


loading...

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.