Alexa Metrics

Perpanjangan Status Tanggap Bencana di Kota Bekasi masih Dibahas

Perpanjangan Status Tanggap Bencana di Kota Bekasi masih Dibahas Penanganan sisa banjir di kawasan banjir Kota Bekasi. Foto: Deny Iskandar/INDOPOS

indopos.co.id – Pemerintah Kota Bekasi masih melakukan kajian terkait status tanggap darurat yang berakhir Selasa (14/1/2020). Pemerintah daerah baru akan membahas bersama Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BPBN) terkait status tersebut.

Sebelumnya, status tanggap darurat pertama berlaku dari tanggal 1 Januari sampai 7 Januari. Kemudian diperpanjang sampai 14 Januari 2020.

“Terkait status masa tanggap bencana akan diperpanjang atau berakhir, saya akan rapat dulu dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan Badan Meteorologi dan Geofisika,” kata Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, Selasa (14/1/2020).

Meski begitu kata Rahmat, untuk kawasan yang masih belum rampung penanganannya akan diberlakukan tambahan masa ‘recovery’. Pada masa ‘recovery’ tambahan, pengerahan Aparatur Sipil Negara melakukan kerja bakti di titik-titik banjir akan dikurangi.

“Kecuali petugas Damkar, Dinas Kebersihan, Dinas Lingkungan Hidup, serta Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air tetap bertugas di lokasi hingga penanganannya tuntas,” kata Rahmat.

Menurutnya, sekarang masih ada dua kawaaan yang masih membutuhkan penanganan. Seperti Perumahan Pondok Gede Permai Jatiasih dan Komplek Angkatan Laut Jatibening, Pondok Gede.

Rahmat menyebutkan saat ini setidaknya ada dua kawasan yang masih membutuhkan penanganan ekstra, yakni Perumahan Pondok Gede Permai Kecamatan Jatiasih dan Komplek AL Jatibening Kecamatan Pondok Gede. “Di kedua lokasi tersebut, baik sampah maupun lumpurnya masih banyak,” tandasny. (dny)



Apa Pendapatmu?