Masyarakat Apresiasi DKI Pakai PJU LED

indopos.co.id – Sejumlah kalangan mengapresiasi prestasi Dinas Perindustrian dan Energi (DPE) DKI Jakarta yang mengganti lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) konvensional dengan PJU pintar (smart lighting) di lima wilayah DKI Jakarta.

Program tersebut diinisiasi mulai 2015 dan secara masif dipasang pada kurun waktu 2016 hingga 2019. ”Saya mengapresiasi pencapaian prestasi Dinas Perindustrian dan Energi DKI Jakarta yang telah berhasil melakukan pergantian smart lighting. Ibu Kota menjadi indah mengagumkan di waktu malam. Tentu saja masyarakat luas merasakan manfaat ini,” ujar Direktur Eksekutif LSM Derap Pembangunan R.M. Andre Widjoyo kepada wartawan, Selasa (14/1/2020).

Baca Juga :

Benahi Penerangan Jalur Mudik

Dikatakan, penggantian lampu PJU konvensional (HPS) menjadi lampu LED smart system didasarkan pertimbangan yang masuk akal. Antara lain, pembayaran rekening PJU yang cukup besar sekitar Rp52 miliar per bulan. Begitu pula perbaikan lampu PJU yang relatif lama karena membutuhkan survei dan atau menunggu laporan warga/masyarakat/stake holder.

Pemborosan waktu dan biaya dalam sistem pengawasan dan monitoring lampu PJU. Sistem evaluasi dan pelaporan kondisi lampu PJU dan jaringan membutuhkan waktu yang lama. ”Data aset yang tidak akurat dan akuntabel. Distribusi dan kualitas cahaya yang tidak memadai,” ucap Andre.

Berikut data dari Dinas Perindustrian Dan Energi DKI yaitu, Jakarta Utara ( 41.028 unit)  Jakarta Selatan ( 49.661), Jakarta Pusat (28.092), Jakarta Barat ( 55.149), Jakarta Timur ( 72.417). Perubahan pengelolaan PJU tersebut, memberikan manfaat dan dampak yang sangat signifikan baik terhadap efisiensi anggaran maupun pelayanan kepada masyarakat, di antaranya :

Terjadinya penghematan pembayaran rekening PJU sebesar 55 persen dan penghematan daya (Juli 2015 28.446.096 (KWh) menjadi 16.790.478 (KWh) pada Juli 2018. Monitoring lampu PJU terpusat, sehingga dapat mengetahui kondisi lampu di lapangan. Hal ini memudahkan dalam aksi perbaikan lampu PJU di lapangan

Adanya kecepatan dalam mendeteksi terhadap lampu PJU yang rusak/failure lewat system dashboard yang terpusat. Dapat dilakukan penghematan sesuai kebutuhan lapangan yaitu dengan system pereduoan/dimming pada jam tertentu, apabila aktivitas dan intensitas di jalan tidak terlalu tinggi dengan tetap mengedepankan aspek standar teknis

Terjadinya pengurangan emisi CO2 (aspek lingkungan), tahun 2015 ke 2017 sebanyak 82.443 ton. Kualitas cahaya sangat baik. Data asset lebih akuntabel sampai titik koordinat , sehingga memudahkan dalam managemen aset. Terjadinya penyederhanaan ID Pel, Desember 2015 yaitu 6.455 menjadi 5.331 pada Januari 2018.

Sistem data basse PJU dan jaringan yang baik, memudahkan dalam system perencanaan pemeliharaan dan pembangunan PJU.Sistem yang dibangun dapat diintegrasikan dengan smart city. ”Keberhasilan pengelolaan lampu PJU berbasis LED smart system dimaksud, mendapat apresiasi dan penghargaan dari pemerintah DKI Jakarta dengan diperolehnya ASN berprestasi pada tahun 2018,” ucap Andre lagi

Diharapkan dengan adanya penggantian lampu tersebut, akan meningkatkan keamanan, kenyamanan dan keindahan kota khususnya di malam hari bagi masyarakat, para stakeholder dan para pengguna kendaraan.

Andre juga mengklarifikasi pemberitaan sebuah online yang menyebut Kepala Bidang Pencahayaan Kota Dinas Perindustrian Dan Energi DKI Syamsul Bakhri diduga melakukan korupsi terhadap program pergantian PJU LED, tidak benar dan mengada-ada.

”Program pergantian LED Smart Lighting dilakukan sesuai mekanisme dan perundang-undangan, yakni lelang dengan e-katalog. Jadi tidak ada dugaan korupsi dalam program ini,” tuturnya. Andre menambahkan, sejak pelaksanaan tahun 2016-2019 kegiatan pengadaannya dikawal dan di awasi oleh TP4D Kejaksaan Tinggi DKI.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi B ( Bidang Perekonomian) DPRD DKI Taufik Azhar menambahkan, penggantian lampu konvensional (HPS) menjadi lampu LED smart system dilaksanakan di seluruh lima wilayah kota DKI Jakarta. Penggantian di berbagai ruas kelas jalan, jalan setapak/MHT (LED SS 40 Watt), lingkungan (LED SS 90 watt), penghubung (LED SS 120 watt) dan jalan arteri (LED SS 200), dengan total yang dipasang sebanyak 246.347 titik, dengan rincian.

”Kami mendorong Dinas Perindustrian Dan Energi DKI untuk terus melakukan pergantian smart lighting sehingga pada 2023 nanti, seluruh wilayah DKI sudah diganti dengan LED. Masyarakat sangat gembira karena PJU LED pencahayaannya sangat bagus,” kata Taufik.(dni)


loading...

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.