BNI Syariah Resmikan Pembukaan Cabang Pembantu di Pati

indopos.co.id – BNI Syariah memperluas layanan dan bisnis syariah dengan membuka Kantor Cabang Pembantu (KCP) Pati Jawa Tengah yang merupakan KCP di bawah kelolaan KC Kudus, pada Selasa (14/1/2020).

Pembukaan KCP Pati ini merupakan upaya BNI Syariah untuk memaksimalkan pengembangan ekosistem halal. Hal ini sejalan dengan corporate strategy BNI Syariah yaitu Embracing New Opportunities. Dimana BNI Syariah siap meraih peluang-peluang baru untuk meningkatkan pertumbuhan bisnis dan menjadi partner yang lebih baik.

SEVP Bisnis Ritel dan Jaringan BNI Syariah Iwan Abdi mengatakan, dengan hadirnya BNI Syariah di Pati dapat mendekatkan akses masyarakat Pati dan sekitarnya untuk bertransaksi syariah.

“Masyarakat bisa menjangkau akses permodalan, simpanan dana maupun produk perencanaan syariah lainnya,” kata Iwan dalam rilis Humas BNI Syariah, Rabu (15/1/2020).

Dihadapan Bupati Pati Haryanto Iwan menambahkan, dengan pembukaan KCP Pati ini BNI Syariah berharap bisa ikut berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi provinsi Jawa Tengah.

Pada kesempatan ini BNI Syariah juga menandatangani Perjanjian Kerjasama (PKS) dengan PT Griya Lima Garuda terkait dengan kerjasama produk pembiayaan BNI Griya iB Hasanah dan dengan Sekolah Al Azhar Pati mengenai pengelolaan keuangan Platform Sekolah Pintar.

Bupati Pati Haryanto mengapresiasi pembukaan outlet BNI Syariah KCP Pati. “Diharapkan pembukaan outlet ini bisa memberikan alternatif pilihan masyarakat untuk bertransaksi secara syariah,” imbuhnya dalam sambutannya.

Dengan hadirnya BNI Syariah di Pati, pihaknya berharap dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal daerah dengan bisnis berbasis syariah.

Provinsi Jawa Tengah mempunyai potensi ekonomi yang cukup besar. Hal ini salah satunya ditunjukkan dengan pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada triwulan III 2019 mencapai 5,66 persen secara year on year (yoy), lebih tinggi dibanding triwulan sebelumnya yang sebesar 5,21% (yoy).

Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh kategori penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 18,84%. Tingginya pertumbuhan pada kategori tersebut didukung banyaknya bermunculan kedai makan dan minum baru. (ers)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.