Kecerian dan Tangis Hiasi HUT Ke-27 SMPN 11 Depok

indopos.co.id – Ratusan pelajar dan guru SMPN 11 Kota Depok, Jawa Barat (Jabar) pada Kamis (16/1/2020) pagi tampak ceria di lapangan sekolah. Kegembiraan terlihat dari raut wajah mereka. Ya ini karena para pelajar dan guru tengah merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 (16 Januari 1993-2020) SMPN 11 yang beralamat lengkap di Jalan Murbai Komplek Sukatani Permai Tapos, Kelurahana Sukatani, Kecamatan Tapos, Kota Depok. Meski acara berlangsung sederhana, namun berjalan sangat hikmat.

Tidak seperti biasanya, pada Kamis itu para pelajar diminta datang lebih awal ke sekolah. Jika hari biasa mereka wajib tiba pukul 06.45 WIB, namun kali ini harus sampai ke sekolah lebih awal 15 menit atau pukul 06.30 WIB.

Baca Juga :

Para pelajar diminta untuk berkumpul di lapangan yang posisinya berada di tengah sekolah. Rangkaian acara HUT diawali dengan ibadah sesuai agamanya masing-masing. Khusus untuk muslim menunaikan salat sunah Dhuha dengan beralaskan sajadah yang dibawa masing-masing pelajar, dilanjutkan dengan doa bersama.

Baca Juga :

Acara dilanjutkan dengan sarapan pagi. Setiap pelajar sebelumnya sudah membawa bekal makanan dari rumah. Disusul dengan potong tumpeng yang dilakukan Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 11 Drs Salim Bangun MM dan disaksikan para guru di panggung sekolah. Sesekali terdengar suara lagu selamat ulang tahun yang disuarakan melalui sound system dan dinyanyikan para pelajar.

Untuk lebih memeriahkan suasana ulang tahun, di tengah lapangan sejumlah pelajar menyalakan konfeti—letusan yang berisi potongan kertas warna-warni. Di tengah kecerian itu, suasana tangis haru terlihat di antara para pelajar dan guru. Ini saat Kepsek Salim memberikan sambutan sekaligus pamit di akhir acara. ”Saya sangat senang di hari ulang tahun SMP 11 ini, ada kado untuk saya. Saya akan pindah tugas ke SMPN 9,” ujarnya di hadapan para pelajar dan guru.

Informasi yang disampaikan tersebut sempat mengagetkan sejumlah pelajar dan guru. Pasalnya, surat mutasi yang ditandatangani Wali Kota Depok itu baru diterima Salim pada Rabu (14/1/2020) sore atau belum 24 jam saat disampaikan di hadapan para pelajar. Dengan surat tersebut menandakan Salim akan mengakhiri tugasnya di SMPN 11 dan mengemban tugas baru di SMPN 9 Depok sebagai kepsek.

Suasana haru sangat kental terlihat ketika Salim bersalaman dengan para guru dan beberapa perwakilan pelajar. Sesekali Salim menahan tetesan air mata dengan sapu tangannya. Kepada INDOPOS usai acara, dia mengaku menangis karena berat meninggalkan SMPN 11 yang dipimpinnya selama dua tahun tiga bulan. ”Rasa kekeluargaan sangat kuat, jujur agak berat untuk meninggalkan SMPN 11. Saya dengan tim sudah menyatu dan sehati dalam bekerja. Tinggal jalan, tidak perlu membangun,” katanya.

Salim menambahkan, meski guru-gurunya banyak senior, namun semangat mereka luar biasa. Para guru juga berhasil membina dan membangun mental para pelajar. Ini terbukti, para pelajar SMPN 11 tidak pernah tawuran. ”Untuk prestasi, segudang mulai tingkat kota/kabupaten sampai provinsi,” ujarnya. (aro)


loading...

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.