PWI Jaya Kembali Gelar Anugerah Jurnalistik MH Thamrin 2020, UKW ke-45 Ditutup

indopos.co.id – Persatuan Wartawan Indoensia (PWI) DKI Jakarta atau PWI Jaya kembali menyelenggarakan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) untuk angkatan ke-46. Satu dari 22 peserta UKW tak lulus pada penutupan, Kamis (16/1/2020) di gedung PWI Jaya kawasan Harmoni, Jakarta Pusat.

Sekretaris PWI Jaya Kesit B Handoyo mengatakan, selama dua hari berturut-turut para peserta diuji keterampilan, pengetahuan dan pemahaman sebagai wartawan. UKW angkatan ke-45 ini dibagi empat kelas muda dan satu kelas utama.

“Dua pendaftar dari kelas muda mengundurkan diri sehingga total 22 peserta yang tersisa. Untuk yang belum kompeten jangan putus asa karena masih ada kesempatan mengulang, tapi tunggu enam bulan ke depan,” ucap Kesit saat pengumuman hasil UKW dalam rilis di WA Grup Pleno PWI DKI 2019-2024.

Direktur UKW PWI Pusat Profesor Rajab Ritonga menekankan pentingnya wartawan memiliki kompetensi. Sebab, menurut Rajab, sertifikat kompetensi ini atribut diri sebagai wartawan.

“Ini soal legitimasi. Pola kerjanya wartawan 5W plus 1H, segitiga terbalik, piramida terbalik. Kompetensi tidak bisa terbalik, piramidanya harus utuh. Dasarnya keterampilan bisa melakukan riset,” terangnya.

Di level tengah dia harus punya pengetahuan, senang membaca, rasa ingin tahunya tinggi. Paling tinggi lagi kesadaran etika, hukum dan jejaring. Semua ini yang disatupadukan jadi piramada,” urainya panjang lebar.

Rajab menambahkan, sudah setahun ini diberlakukan aturan baru syarat berjenjang dalam mengikuti UKW. “Mulai tahun 2019 ditutup pintu percepatan, tidak boleh lagi lompat. Jadi syarat wartawan muda harus satu tahun dulu di lapangan, setelah lulus dua tahun bisa lanjut madya,” ujarnya.

Berarti, simpul Ritonga, untuk utama minimal lima tahun. Ke depan, lanjut Rajab, ada lagi wacana penerapan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk wartawan. “Tapi masih wacana, fotonya garuda Pancasila. Kalau ini sertifikat UKW logo Dewan Pers,” ucapnya.

Penguji kelas muda pada UKW PWI Jaya ini menambahkan, dengan sertifikat BNSP bisa bekerja di luar negeri, Malaysia. UKW masih standar nasional, Dewan Pers.

Sementara itu, Kamsul Hasan yang juga sebagai penguji menyampaikan selamat kepada peserta yang belum kompeten. “Kenapa selamat? Karena Anda tidak menjadi sasaran penelitian mahasiswa akhir. Dasar penelitian dia buka situs Dewan Pers, dicari yang sudah lulus Uji Kompetensi Wartawan, karya jurnalistiknya diuji. Sehingga untuk 21 peserta yang lulus UKW kali ini agar tidak mempermalukan lembaga uji dan diri sendiri,” pesannya.

Di bagian lain PWI Jaya merilis soal akan menyelenggarakan kembali Anugerah Jurnalistik Mohammad Husni Thamrin (MHT Award) ke-45. Kegiatan tahunan PWI Jaya bersama Pemprov DKI Jakarta ini dilaksanakan Juli 2020 di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta.

Ketua PWI Jaya Sayid Iskandarsyah mengatakan, untuk tahun ini materi yang dilombakan tetap sama dengan tahun sebelumnya, yaitu tujuh kategori. Namun bedanya tahun ini di era digital, materi yang dilombakan itu menyesuaikan yaitu berbasis multiflatfom.

“Saya mengharapkan media berlomba-lomba membuat karya jurnalistiknya. Materi dapat disampaikan kepada panitia MHT dengan periode pemuatan di media, dari 1 Juni 2019 hingga 31 Mei 2020,” ujar Sayid.

Adapun tujuh kategori yang dilombakan: 1. Produk jurnalistik teks. Tulisan diambil dari media massa cetak dan online, 2. Produk jurnalistik foto. Foto diambil dari media massa cetak dan online, 3. Produk jurnalistik video stasiun tv terestrial. Video diambil dari media massa televisi terestrial.

Sedangkan 4. Produk jurnalistik video media massa televisi streaming. Video diambil dari tv streaming dan media massa online, 5. Produk jurnalistik audio.  Audio diambil dari stasiun radio terestrial dan streaming/online.

Berikutnya 6. Produk jurnalistik infografis. Infografis diambil dari media massa cetak dan online, 7. Tajuk rencana. Tajuk rencana diambil dari media massa cetak, online, stasiun televisi terestrial, dan tv streaming.

Kesit Budi Handoyo, Sekretaris Umum PWI Jaya 2019-2024, ditetapkan sebagai ketua panitia pelaksana. Irmanto, Wakil Ketua Bidang Organisasi, menjadi ketua dewa juri. Sementara Wakil Ketua Bidang Kesejahteraan, Tb. Adhi, ketua pra juri. (ers)


loading...

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.