Terpantau jadi Imam Salat di Masjid, Mendagri Bikin Pengamat Kaget

indopos.co.id – Kegiatan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menjadi imam salat jumat bagi aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai lingkup Kemendagri di Masjid An-Nuur, Kantor Kemendagri, Jakarta, Jumat (17/1/2020), jadi buah bibir. Pemandangan jarang ditemukan ini cukup mengejutkan banyak pihak.

Sekretaris Eksekutif Indonesian Bureaucracy and Service Watch (IBSW), Varhan Abdul Aziz mengaku kaget dengan peristiwa itu. “Salat jumat lalu kebetulan saya sedang dekat Istana. Iseng pilih salat jumat di salah satu institusi nasional. Saya datang agak belakangan. Imamnya tidak kelihatan. Tapi kok sepertinya suaranya tidak asing,” kata Varhan, kepada media, Minggu (19/1/2020).

Baca Juga :

Usai melaksanakan salat, dugaan Varhan pun benar. Ternyata imam masjid yang suaranya tak asing itu berasal dari suara Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. “Benar hati mengira. Tito Karnavian yang jadi imam,” imbuhnya.

Varhan mengaku tercengang. Karena baru perdana dia menyaksikan secara langsung seorang menteri menjadi pemimpin ritual ibadah.

“Agak merinding rasanya. Karena baru pertama menyaksikan menteri langsung mengimami salat. Sebagai pemantau birokrasi, keluar masuk banyak kementerian, numpang salat dari satu gedung ke gedung lain sudah jadi langganan. Tapi hari ini ada satu penilaian yang spesial. Serius saya terkesan,” tuturnya.

Varhan sontak teringat materi yang kerap diberikan motivator Ary Ginanjar Agustian. Bahwa kecerdasan manusia terbagi menjadi tiga yakni intelligence quotient (IQ), emotional quotient (EQ), dan spiritual quotient (SQ). Tito menurutnya seorang pemimpin yang memiliki paket lengkap kecerdasan tersebut.

Baca Juga :

“Secara IQ, dia tidak bisa dibilang kurang. Seorang profesor, track record-nya menjadi penguji disertasi doktoral sudah dijalaninya. Irjen (Komjen) Boy Rafli Amar pernah dikupas habis disertasinya dengan pembahasan yang detail dan sangat ilmiah. Seorang mantan Kapolri, jenderal yang profesor, dua puncak paripurna diraih, hatrick jadi menteri pula.

Posisinya yang menjadi Kapolri dengan meloncati beberapa angkatan seniornya di Akademi Kepolisian (Akpol), juga merupakan ajang pembuktian kecerdasan mental atau EQ yang juga dimiliki mantan Kapolda Metro Jaya itu.

“Seniornya di Akpol, yang dulu membina dia, menyuruh push up, dan lain-lain, lalu berada di bawah komandonya. Kalau bukan orang yang cakap dengan mentalitas dan matang emosionalnya takkan bisa,” tandasnya. (dny)


loading...

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.