Walau Diapresiasi BWF Sukses, PBSI Akan Evaluasi Keamanan Atas Insiden Wasit Kehilangan Tas

indopos.co.id – Federasi Bulu Tangkis Dunia atau Badminton World Federation (BWF) mengapresiasi pelaksanaan turnamen Indonesia Masters 2020 yang berlangsung 14-19 Januari di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Selatan, yang secara umum dinilai berlangsung sukses.

Namun Sekretaris Jenderal PP PBSI Achmad Budiharto dalam penutupan turnamen Indonesia Masters 2020 menuturkan pihaknya akan melakukan peningkatan keamanan pada agenda-agenda turnamen bulu tangkis selanjutnya di dalam negeri. Menyusul kasus pencurian yang menimpa wasit asal Uganda Harriet Semugabi asal Uganda di Indonesia Masters 2020 hari Jumat (17/1/2020).

“Kami memang kecolongan, karena setting (arena) setiap tahun selalu sama dan sebelumnya tidak ada kejadian seperti ini. Wasit juga meletakkan barangnya terlalu dekat dengan tribun penonton,” kata Budi di Jakarta, Minggu (19/1/2020).

Budi yang juga merupakan wakil ketua panitia penyelenggara IM 2020 mengatakan, dari kejadian tersebut,  pihaknya sudah mendapat pelajaran untuk pelaksanaan ke depan. Pertama, panitia akan merancang agar posisi meja kendali pertandingan (match control site) berjauhan dengan area kursi penonton, dan kedua ialah pengawasan akan lebih ditingkatkan dengan memanfaatkan kamera CCTV.

Baca Juga :

Tommy Akui Sonny Lebih Siap

Hal lainnya yang akan dirampungkan PP PBSI selanjutnya adalah proses pemulangan Harriet ke negaranya. PBSI bersama dengan Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) bekerjasama untuk mengurus dokumen yang dibutuhkan Harriet agar bisa kembali ke Uganda.

“Kami akan mencarikan dokumen perjalanan agar dia bisa pulang dengan selamat dari Indonesia ke Uganda, termasuk di sini akan kami bantu mengurus dokumen agar berjalan lancar,” katanya.

Baca Juga :

Fitriani Kalah, Tunggal Putri Habis

BWF melalui Direktur Event Daren Parks menyanggupi upaya pemulangan Harriet dengan mengurus dokumen, meski belum bisa dipastikan kapan wasit tersebut bisa meninggalkan Indonesia.”Itu hal yang tak bisa diduga, bisa terjadi kapan pun dan dimana pun. Kami pasti akan membantu agar bisa memulangkan dia ke negaranya,” ujar Daren.

Sebelumnya BWF mengapresiasi pelaksanaan turnamen Indonesia Masters 2020 yang berlangsung pada 14-19 Januari di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, yang secara umum dinilai berlangsung sukses.

“Ini adalah tahun yang sangat krusial, tahun kualifikasi Olimpiade. Turnamen ini terlaksana begitu baik. Hal ini memberikan kesempatan kepada para pemain untuk menampilkan kemampuan terbaik mereka. Ini tahun yang sangat penting bagi mereka yang tengah fokus untuk Olimpiade,” kata Direktur Event BWF Daren Parks dalam jumpa pers di Jakarta, Minggu (19/1/2020).

Sementara itu Wakil Ketua Panitia Pelaksana IM 2020 Achmad Budiharto yang mendampingi Parks juga mengucap syukur atas prestasi gemilang yang sedikit menghapus kekecewaan di turnamen Malaysia Masters 2020 pekan lalu, di mana Indonesia harus pulang tanpa gelar.

“Saya kira kita patut bersyukur setelah tanpa gelar di Malaysia, di Indonesia kita bisa meraih tiga gelar. Terutama khususnya nomor ganda putri, karena kita sudah cukup lama tidak mendapat gelar ganda putri di kandang sendiri,” kata Budi, yang juga menjabat Sekretaris Jenderal PP PBSI.

“Kami bersyukur pelaksanaan Daihatsu Indonesia Masters 2020 bisa diselesaikan dan berjalan lancar, sukses, aman, terutama berjalannya turnamen. Dari segi prestasi sangat memuaskan, antusiasme penonton juga membuat sponsor senang, penonton antusias mendukung di pertandingan yang sangat menarik,” katanya melanjutkan.

Menanggapi adanya komentar atlet soal kondisi angin di lapangan, Budi mengatakan bahwa panitia pelaksana telah mengupayakan sedemikian rupa untuk meminimalisir adanya angin di lapangan.

“Angin di Istora memang masalah klasik, ini cukup dilema karena angin datang dari penggunaan AC (pendingin ruangan). Sudah disetel seminimal mungkin agar angin tidak mengganggu pertandingan. Secara resmi pun tidak ada keluhan kepada panitia pelaksana, sudah diatur sesuai regulasi BWF,” ujarnya.

Di turnamen BWF World Tour Super 500 itu, Indonesia meraih tiga gelar juara yaitu di sektor ganda putri melalui Greysia Polii/Apriyani Rahayu, ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, dan tunggal putra oleh Anthony Sinisuka Ginting. (ant)


loading...

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.