Petugas Selidiki Lokasi Kecelakaan Helikopter Kobe Bryant

indopos.co.id – Para penyelidik mencari tahu penyebab kecelakaan helikopter yang menewasan mantan bintang bola basket Amerika Serikat Kobe Bryant, putrinya Gianna dan tujuh orang lainnya pada Senin (27/1/2020).

Sekitar 20 penyelidik menjelajahi lokasi kecelakaan di Calabasas, sekitar 48 km barat laut pusat kota Los Angeles, tempat helikopter itu jatuh dalam cuaca berkabut pada Minggu (26/1/2020). Penyebab bencana masih belum diketahui dan masih diselidiki oleh Dewan Keselamatan Transportasi Nasional AS.

“Penyelidik keselamatan federal memeriksa faktor-faktor termasuk sejarah pilot dan catatan perawatan helikopter,” kata anggota Dewan Keselamatan Transportasi Nasional Jennifer Homendy.

Banyak yang mengatakan bahwa penyebab kecelakaan itu adalah faktor cuaca, yang dianggap cukup berbahaya. Namun, New York Times melaporkan, helikopter Bryant telah menerima persetujuan khusus untuk terbang di tengah cuaca buruk.

Baca Juga :

Pengendali lalu lintas udara mencatat visibilitas yang buruk di sekitar Burbank di utara dan Van Nuys di barat laut.

Menurut New York Times, helikopter itu berputar di dekat Burbank sambil menunggu izin dari pengawas lalu lintas udara untuk terus berjalan.

Baca Juga :

Ia menerima izin untuk melanjutkan melalui wilayah udara Burbank sebelum melanjutkan ke Calabasas, ia menabrak lereng bukit sekitar pukul 9.45 pagi sekitar 1.400 kaki (426 meter), menurut data dari Flightradar24. Data menunjukkan bahwa ketika menabrak tanah, helikopter itu terbang di sekitar 160 knot (184mph) dan turun pada kecepatan lebih dari 4 ribu kaki kaki per menit.

Dalam pesan radio terakhirnya, pilot, yang diidentifikasi sebagai Ara Zobayan, meminta pengawas lalu lintas udara untuk memberikan bantuan ‘flight following’. Tetapi Homendy mengatakan bahwa mereka diberitahu bahwa pesawat itu terlalu rendah.

Sekitar empat menit kemudian, pilot mengatakan dia naik untuk menghindari lapisan awan. “Ketika kontrol lalu lintas udara bertanya apa yang rencananya pilot itu lakukan, tidak ada jawaban,” katanya.

Zobayan telah meminta dan menerima izin khusus untuk terbang dalam kabut tebal hanya beberapa menit sebelum kecelakaan. Beberapa ahli penerbangan mengatakan, tidak jarang pilot diberi persetujuan seperti ini, meskipun beberapa orang menganggap bukanlah biasa untuk memberikan izin seperti itu di daerah yang sibuk seperti LA.

Petugas pemadam kebakaran mendaki dengan peralatan medis dan selang. Sedangkan personel medis bergegas ke lokasi helikopter, tetapi tidak menemukan yang selamat, kata pihak berwenang.

Pemeriksa medis Los Angeles, Dr Jonathan Lucas mengatakan, medan yang berat mempersulit upaya untuk memulihkan sisa-sisa korban.

Dia memperkirakan akan memakan waktu setidaknya beberapa hari untuk menyelesaikan tugas. Pihak berwenang awalnya menemukan tiga mayat dan mengatakan pencarian untuk korban lainnya sedang berlangsung di sepanjang lereng gunung Calabasas.

Sheriff setempat mengatakan, pada Senin (27/1/200), para penggemar dan pelayat telah membanjiri daerah sekitar lokasi kecelakaan. Beberapa orang bahkan pergi ke lingkungan perumahan dan berusaha untuk pergi ke lereng bukit tempat penyelidikan sedang berlangsung. Dia mengatakan, lalu lintas yang padat menimbulkan hambatan bagi petugas darurat. (fay)


loading...

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.