Cegah Stunting Melalui Pendekatakan Kesehatan Lingkungan

indopos.co.id – Upaya pencegahan stunting merupakan agenda prioritas nasional yang masih terus dilakukan di Indonesia hingga saat ini. Salah satunya melalui pendekatan kesehatan lingkungan.

Bahkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Penengah Nasional (RPJMN) tahun 2020-2024 dicanangkan target pencapaian 6,5 persen angka kemiskinan dan 14 persen angka prevalensi stunting hingga pengujung tahun 2024.

Sebagai bagian dari pelaku usaha di Indonesia, PT Reckitt Benckiser (RB) Indonesia bersama Center of Public Health Innovation (CPHI) Faktultas Kedokteran Universitas Udayana melakukan kerja sama untuk secara aktif berpartisipasi dalam rencana kerja nasional terkait stunting.

“CPHI sebagai bagian dari Fakultas Kedokteran Universitas Udayana menyambut positif kerja sama lintas pemangku kepentingan yang akan terlibat dalam project di Desa Lebih, Kabupaten Gianyar ini,” ujar dr. Pande Januraga MKes, DrPH – Ketua CPHI Universitas Udayana kepada INDOPOS melalui pesan tertulis, Kamis (13/2/2020).

Ia percaya lewat kolaborasi masyarakat, desa adat, dan seluruh kader akan menjadikan upaya ini memberikan dampak bagi masyarakat, khususnya desa Lebih kabupaten Gianyar.

“Ada kebanggaan Desa Lebih terpilih menjadi lokasi project Keluarga Sehat Indonesia Kuat dari PT Reckitt Benckiser Indonesia. Kami berterima kasih, dan siap berkerjasama agar masyarakat bisa lebih baik,” tegas Kepala Desa Lebih, I Wayan Geria, Kepala Desa Lebih.

Sementara pada peluncuran program di Kantor Kepala Desa Lebih Gianyar, Rabu (12/2/2020), RB menilai masyarakat desa Lebih memiliki semangat yang luar biasa dalam berkolaborasi selama perencanaan program bersama mitra CPHI, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana.

Sejalan dengan misi global, RB untuk membawa perbedaan dengan memberikan solusi inovatif, dan dengan kepercayaan yang diberikan kami siap membagikan praktik-praktik terbaik dalam tata kelola kesehatan lingkungan, dan sanitasi.

“Harapannya, kami dapat mendukung pencapaian pemerintah pusat maupun daerah,” kata Director Corporate Social Responsibility Project PT Reckitt Benckiser, Helena Wonohadi. (mdo)


loading...

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.