Kekerasan Anak di Kota Bekasi Tinggi

 

indopos.co.id – Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Bekasi mencatat kekerasan terhadap anak jumlahnya mencapai 89 kasus sepanjang 2019. Hingga sekarang pelaporan itu diklaim masih sedikit lantaran masih banyaknya orang yang enggan melapor.

Baca Juga :

“Kekerasan terhadap anak masih tinggi di Kota Bekasi. Sayangnya, pihak orangtua masih enggan melaporkan kejadian yang menimpa anaknya,” kata Wakil Ketua KPAD Kota Bekasi, Rusham, Jumat (21/2/2020).

Rusham menambahkan, alasan minimnya pelaporan atas kasus yang menimpa berdampak panjang. Misalkan, akibat kasus itu bisa berdampak kepada psikologi anak sendiri.

“Boleh dibilang masyarakat kita masih tertutup. Padahal jika kita membiarkan kekerasan seksual itu terjadi maka akan menumbuhkan kekerasan itu terus terjadi,” kata Rusham saat berada di Polres Bekasi Kota.

Akibat tingginya kasus kekerasan anak di Kota Bekasi, Rusham mengaku, sebuah PR besar bagi KPAI. Apalagi, Kota Bekasi sudah mendapat julukan sebagai kota layak anak. “Ini PR kami ke depan untuk bisa meminimalisir kasus kekerasan anak tiap tahunnya,” ujarnya.

Belum lama ini, kasus kekerasan terkait pencabulan bocah dibawah umur terjadi di Jatirasa Jatiasih. Pelaku bernama Ade Harri Irawan ditangkap setelah menyetubuhi korban N (15) sebanyak lima kali. (dny)

 


loading...

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.