Bantu Petani, Gubernur Herman Deru Tantang Pelajar SMK di Sumsel Ciptakan Booster Signal

indopos.co.id – Gubernur Herman Deru memberi tantangan buat para pelajar di 139 SMK di 17 Kabupaten/Kota se-Sumsel. Para pelajar sekolah kejuruan itu ditantang menciptakan sebuah booster signal. Alat itu untuk membantu para petani.

Adapun tantangan itu diucapkan Gubernur Sumsel Herman Deru saat memberikan sambutan pada pengukuhkan Forum Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) Sumatera Selatan (Fostan) di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 3 Palembang, Jumat (21/2/2020).

“Saya tantang tahun ini bisa buat booster sinyal. Lihatlah kasihan petani-petani di daerah. Bagaimana mereka mau maju kalau untuk dapat sinyal saja sulit,” tegas HD, sapaan karib Herman Deru.

Mengenai biaya, HD meminta pihak sekolah tidak khawatir karena dia memastikan akan mendukung sepenuhnya progam tersebut.

“Jangan takut duitnyo dak katek. Gubernur ini kagek yang biayai. Pokoknyo booster sinyal itu dibuat. Kalau tidak berhasil jugo siap-siap bae kepala sekolahnyo “Selamat malam bae kito,” ujar HD setengah bercanda.

Menurut dia, bukan hanya dibutuhkan petani. Sinyal seluler itu sangat dibutuhkan masyarakat. Terutama di daerah-daerah pelosok. “Bagaimana mau transaksi, mau produksi banyak dan belajar ilmu-ilmu pertanian dari internet kalau tidak ada sinyal,” jelas HD.

Menurut dia, dibandingkan dengan Kota seperti Solo atau Purworejo, Sumsel sangatlah besar. Sumsel punya potensi menciptakan inovasi atau karya yang tak kalah dengan daerah lain tersebut.

“Saya lihat ada anak yang dari Purworejo itu sampai terbelalak. Dia bisa bikin alat untuk membuat telor dadar untuk bantu ibunya jualan. Idenya sepele karena kasian lihat ibunya. Tapi ini luar biasa. Nah saya ingin siswa di Sumsel kreatif seperti itu,” ujar HD memberikan motivator.

Kalaupun ingin menciptakan suatu karya HD tak mau anak-anak ini mencontek apa yang sudah dibuat oleh daerah-daerah lain sebelumnya. Ia menyarankan agar anak SMK mempelajari dulu potensi yang dimiliki Sumsel. Salah satunya pertanian.

“Jangan lihat orang bikin mobil lantas bikin mobil juga. Harus buat yang lain. Potensi kita inikan pertanian. Coba ciptakan alat seperti drone penabur benih. Jadi membantu petani. Sekarang orang tidak tamat SMA bisa bikin pesawat terbang. Jadi jangan hanya pegang gadget saja setiap waktu, tapi gak ada produknya,” jelas HD.

Pada kesempatan itu dia juga mengajak para siswa melakukan inovasi. Karena hasil pertanian di Sumsel sangat banyak termasuk buah-buahan, seperti misalnya Duku Komering yang sudah terkenal.

“Duku Komering kita itu terkenal sekali. Tapi ada juga lemahnya, kadang baru sampai pelabuhan warnanya sudah hitam. Nah yang seperti ini buatlah inovasinya biar tetap segar. Pertemuan seperti ini juga jangan hanya jadi ajang peluncuran saja. Harus ada produknya dan dipantau terus,” pungkasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Riza Pahlevi mengatakan, forum OSIS Sumatera Selatan (Fostan) ini terdiri dari seluruh SMA/SMK/MA di Sumatera Selatan.Pengukuhan ini sekaligus launching aplikasi simanis (sistem menajemen dan informasi siswa)

“Ini merupakan salah satu upaya mengembangkan bakat siswa
melalui Simanis. Dengan Simanis ini kegiatan OSIS ini bisa terus terpantau dan dilihat dan dikoordinasikan oleh Disdik Sumsel,” jelasnya.

Selain mengukuhkan Fostan, dalam kesempatan itu Gubernur Sumsel juga berkesempatan melaunching Teaching Factory di sekolah tersebut yang terdiri dari mini market dan Bank Mini binaan Bank Sumsel Babel (BSB).

Sementara itu sebanyak ratusan Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dari seluruh kabupaten/kota se Sumsel resmi dikukuhkan langsung oleh Gubernur Sumsel H.Herman Deru didampingi, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemprov Sumsel Ahmad Najib serta Duta Literasi Sumsel Hj Percha Leanpuri B.Bus M.BA. (srv)


loading...

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.