Tata Kelola Guru, Wapres Ingin Pusat dan Daerah Sinergis

indopos.co.id – Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin mengatakan, peran guru sebagai pendidik. Ia mengapresiasi tugas guru untuk mempersiapkan generasi mendatang dengan manusia yang unggul. Oleh karenanya, guru harus memiliki kompetensi yang memadai. Karena guru menjadi sumber inspirasi, sumber ilmu pengetahuan dan jembatan bagi siswa untuk memperoleh ilmu pengetahuan.
“Guru itu bukan pengajar, tapi guru itu pendidik. Harus bisa menangkal nilai buruk dari modernisasi dan globalisasi,” ujar Ma’ruf Amin di Jakarta, Jumat (21/2/2020).
Wapres menuturkan, mengajar harus menarik dan menyenangkan. Hal ini penting untuk mengembangkan akademik dan kompetensi siswa secara berkelanjutan. Oleh karena itu, menurut Wapres pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus sinergis dalam tata kelola guru.
“Peran startegis guru, pemerintah terus melakukan perbaikan kondisi pendidikan khusus kesejahteraan guru,” beber Ma’ruf.
Lebih jauh Wapres menegaskan, dalam perekrutan pemerintah daerah harus bersinergi dengan pemerintah pusat. Hal itu penting untuk meningkatkan profesi guru secara berkelanjutan. Sehingga, tidak ada lagi kekosongan guru di daerah.
“Kami yakin Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) bisa berperan dalam meningkatkan profesionalitas guru dan mengawasi pendidikan. Dengan menghadirkan rencana kerja  untuk meningkatkan pendidikan dan SDM unggul,” terang Wapres.
Persatuan Guru Republik Indonesia menyambut baik kebijakan penyaluran dana BOS. Lima puluh persen pemanfaatan dana BOS untuk membantu kesejahteraan guru honorer. Ketua PGRI Unifah Rosyidi mengingatkan, agar juknis pemanfaatan dana BOS untuk guru honorer diperbaiki.
Sebab, menurutnya syarat NUPTK bagi guru honorer penerima dana BOS sulit dipenuhi. Pasalnya, harus melalui surat keputusan kepala daerah.
“SK kepala daerah kan tidak boleh diberikan kepada honorer. Ini sudah diatur dalam PP 48/ 2005. Ini mengancam guru honorer tidak bisa menerima honor dari dana BOS,” ujarnya.
Di tempat yang sama, Ketua MPR Bambang Soesatyo menuturkan, guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Mereka tidak mengenal lelah mengabdi fan mencerdaskan bangsa. Bahkan, karena pengorbanannya, guru bak umpama sebuah lilin. Ia rela memberikan penerangan walaupun tubuhnya terbakar (meleleh).
“Betapa mulianya jiwa pengabdian guru dalam mendidik dan mencerdaskan bangsa kita,” katanya. (mdo)

loading...

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.