Prudential Gelar Prudential Journalist Masterclass 2020

indopos.co.id – PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) kembali mengadakan rangkaian kegiatan Pelatihan Literasi Keuangan, kali ini diadakan untuk para jurnalis. Untuk literasi keuangan, Prudential memiliki serangkaian program edukasi yang menyasar segmen perempuan, anak-anak, maupun media atau jurnalis. Program literasi keuangan untuk media, Prudential memiliki program “Prudential Indonesia Journalist Masterclass 2020”. Pada program ini Prudential Indonesia mengundang sejumlah jurnalis media nasional.
Program ini digelar dalam rangka memberikan informasi terkini kepada rekan media terkait situasi perekonomian Indonesia saat ini, di masa mendatang, dan bagaimana Indonesia mampu mempertahankan posisinya di tengah ketidakpastian kondisi perekonomian global.
Baca Juga :
Prudential memberikan pemahaman kepada rekan media mengenai bagaimana membaca laporan keuangan perusahaan asuransi sebagai upaya kami untuk mendukung pemerintah dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di Indonesia.
Luskito Hambali, Chief Customer & Marketing Officer Prudential Indonesia menjelaskan, program Prudential Indonesia Journalist Masterclass 2020 merupakan salah satu upaya kami dalam mendukung kerja jurnalistik. Di antaranya, dengan memberikan informasi mengenai outlook ekonomi makro Indonesia, serta berbagi sudut pandang bagaimana para pelaku industri memahami laporan keuangan perusahaan asuransi. “Program ini tentu saja untuk mendukung program pemerintah dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat Indonesia, yang memang sejalan dengan semangat ‘We Do Good’ kami.”
Pada program Prudential Journalist Masterclass 2020 ini, Prudential menghadirkan dua orang pembicara pakar. Mereka adalah Paul Setio Kartono, Chief Strategy Officer Prudential Indonesia dan Fithra Faisal Hastiadi, Ekonom Universitas Indonesia.
“Meski di tahun ini pertumbuhan industri asuransi agak melambat, tapi asuransi jiwa secara industri masih aman dan secara portofolio juga masih baik. Pasalnya dari sisi rasio kecukupan modal (Risk Based Capital/RBC) yakni 345 persen untuk asuransi umum dan 789 persen untuk asuransi jiwa. Persentase tersebut jauh diatas batas aman yakni 120 persen persen” ucap Fithra.
“Saya memprediksi asuransi  umum akan tumbuh 5 persen – 6 persen, sedangkan asuransi jiwa 3 persen – 4 persen. Sehingga secara total industri hanya akan tumbuh 5 persen,” Jelasnya.
Fithra menegaskan  bahwa Lembaga Penjamin Polis (LPP) Asuransi mendesak untuk dibentuk tahun ini untuk melindungi masyarakat pemegang polis, seperti halnya nasabah bank yang dananya dijamin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
“Lembaga ini mendesak untuk dibentuk karena coverage dari asuransi terhadap populasi tidak besar, tetapi jika ini membesar maka harus dicover juga, karena jika tidak ada maka sedikit gejolak bias menjadi resiko sistemik,” tutup Fithra. (mdo)

loading...

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.