Pemandangan Tak Biasa, Hajatan Besar Kenduri Kebangsaan Bebas Sampah Plastik

indopos.co.id – Ada pemandangan tak biasa di sebuah hajatan besar “Kenduri Kebangsaan” di Sekolah Sukma Bangsa, Kabupaten Bireun, Aceh, Sabtu (22//2). Di acara yang dihadiri Presiden, sejumlah menteri, anggota DPR, dan para tokoh itu sangat ramah lingkungan. Jika biasanya botol kemasan plastik menghiasi meja para undangan, kali ini diganti tumbler. Di tumbler itu bertuliskan “Kendalikan Sampah Plastik”.

Rektor Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, Aceh, Herman Fithra yang datang bersama istri, Sahnora, di acara “Kenduri Kebangsaan” menyambut gembira tumbler-tumbler ini. Apa yang dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang membagikan tumbler dapat mengurangi penggunaan sampah plastik.

Baca Juga :

“Tidak sekali pakai ya. Kalau habis bisa kita isi ulang,” kata sang Rektor kelahiran Lhokseumawe ini sembari menyantap makanan khas Aceh nasi kuah Belangong.

Hal senada dikemukakan istri Rektor Malikussaleh Sahnora. Menurut perempuan asal Batak ini, tumbler bisa menjadi gaya hidup dan dapat mengurangi sampah plastik.

“Sekarang kalau saya ke mana-mana saya pakai tumbler. Di keluarga kami sudah membiasakan pakai tumbler. Bahkan anak saya suka menasihati agar kita tidak menggunakan botol plastik karena butuh waktu ribuan tahun untuk bisa diurai di tanah,” kata Sahnora.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya yang menghadiri Kenduri Kebangsaan mengatakan, di acara ini KLHK membagi 5 ribu tumbler. Ada yang berwarna hitam. Ada pula yang berwarna merah hati.

“Ini salah satu cara kita bagaimana mengendalikan sampah plastik. Penggunaan tumbler bisa menjadi bagian dari gaya hidup kita sehari-hari,” kata Menteri Siti saat ditemui INDOPOS usai acara Kenduri Kebangsaan.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya mengakui tantangan persoalan sampah di Indonesia masih sangat besar. Jumlah timbunan sampah dalam setahun sekitar 67,8 juta ton, dan akan terus bertambah seiring pertumbuhan jumlah penduduk.

“Pada HPSN (Hari Peringatan Sampah Masional) 2020 menjadi koridor utama kita untuk bergerak dan bekerja bersama berkolaborasi membangun pengelolaan sampah yang lebih baik,” kata Menteri Siti.

Menteri Siti menyampaikan penghargaan tinggi dan rasa terima kasihnya atas antusiasme masyarakat yang mendukung tekad pemerintah untuk bersama-sama menyelesaikan persoalan sampah dengan segala tantangannya.

“Dalam pengelolaan sampah, pemerintah sudah mengeluarkan berbagai instrumen kebijakan, hal lebih penting yang memberikan rasa optimis adalah partisipasi masyarakat yang luar biasa dengan segala inovasi dan kreativitasnya. Di samping itu juga, saya sangat mengapreasiasi peran dan komitmen dunia usaha untuk upaya pengurangan sampah,” ungkapnya.

Siti mengungkapkan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat yang telah berjalan baik sangat penting guna menangani masalah sampah agar tidak masuk ke alam atau lingkungan yang berdampak pada pencemaran ekosistem daratan dan perairan yang berujung mengancam kesehatan manusia.

“Hadirnya pengaturan tentang cukai plastik dan road map untuk kemasan produk berplastik, merupakan langkah dan kebutuhan aktualisasi upaya kita mengurangi sampah seperti plastik sekali pakai. Undang-undang kita memberi ruang untuk langkah tersebut melalui EPR, extended producer responsibility,” kata Siti Nurbaya.

Berdasarkan data KLHK, saat ini sudah ada 21 Propinsi dan 353 Kabupaten/Kota yang telah menetapkan dokumen Kebijakan dan Strategi Daerah (JAKSTRADA) dalam pengelolaan sampah sesuai amanat Peraturan Presiden No. 97 tahun 2017, dengan target pengelolaan sampah 100 persen pada tahun 2025.

Selain itu sebanyak 32 Pemerintah Daerah telah menerbitkan kebijakan pembatasan sampah, khususnya sampah plastik sekali pakai. Langkah ini secara signifikan mendorong perubahan perilaku masyarakat, serta para produsen. Gaya hidup minim sampah dan pilah sampah juga telah menjadi trend baru di masyarakat.

“KLHK telah melakukan langkah koreksi atau corrective action dengan merevitalisasi Program Adipura, hal ini diharapkan dapat mendorong percepatan peningkatan kapasitas Pemda dalam pengelolaan sampah, disamping instrumen-instrumen lainnya seperti DID (Dana Insentif Daerah), DAK (Dana Alokasi Khusus), serta penerapan teknologi seperti pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) dan Refuse Derived Fuel (RDF) teknologi,” jelas Siti Nurbaya.

Dari aspek peningkatan kapasitas pengelolaan sampah, menurut Siti juga sudah banyak Pemda yang melaksanakan upaya serius untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan dengan indikasi tumbuhnya komitmen pimpinan pemerintahan di daerah, peningkatan alokasi anggaran pengelolaan sampah, penguatan kelembagaan pengelolaan sampah, dan peningkatan pelayanan pengelolaan sampah.

“Karena perilaku minim sampah sebagai budaya baru masyarakat Indonesia, sirkular ekonomi dan aplikasi teknologi ramah lingkungan sebagai fondasi waste to resource, serta pemrosesan akhir yang berwawasan lingkungan dalam upaya mewujudkan Indonesia Bersih, Indonesia Maju, dan Indonesia Sejahtera,” tandas Siti.

Pelaksanaan peringatan HPSN 2020 dilakukan di lima destinasi wisata prioritas, yaitu Danau Toba, Labuan Bajo, kawasan Borobudur, kawasan Mandalika, dan kawasan Likupang.

Selain itu juga dilakukan berbagai kegiatan bersama di berbagai daerah dengan melibatkan Pemda, dunia usaha, LSM dan komunitas, organisasi keagamaan, pelajar dan mahasiswa, organisasi perempuan, PKK, serta masyarakat.(art)


loading...

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.