Ilegal Fishing, Kapal Malaysia Ditangkap

indopos.co.id – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali menangkap kapal ikan berbendera Malaysia yang beroperasi di Wilayah Pengelolaan Perikanan 571-Selat Malaka. Penangkapan kapal bernama KM PKFB 1870 itu dilakukan Sabtu (22/2/2020) oleh Kapal Pengawas Perikanan Hiu 08 yang dinakhodai Pahottua Hutauruk.

Awalnya kapal KM PKFB 1870 terdeteksi melakukan ilegal fishing di WPP-NRI koordinat 04º13,610’ Lintang Utara dan 99º28,062’ Bujur Timur. Sempat terjadi aksi kejar kejaran saat proses penyergapan kapal tersebut.

Baca Juga :

Tak Ada Lagi Kapal Tiongkok di Natuna

“Aparat kami melakukan pengejaran dalam proses penangkapan KM. PKFB 1870 tersebut, berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan, kapal tersebut secara meyakinkan telah melanggar Undang-Undang Nomor 31 tahun 2004 tentang Perikanan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 45 tahun 2009,” kata Plt Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Nilanto Perbowo di Jakarta, Minggu (23/2/2020).

Meskipun kapal berbendera Malaysia, KM. PKFB 1870 ternyata diawaki lima orang awak kapal yang seluruhnya merupakan WNI. Saat ini kapal tersebut telah di ad hoc ke Stasiun PSDKP Belawan, Medan, untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Sementara itu, Direktur Pemantauan dan Operasi Armada Pung Nugroho Saksono mengatakan, Indonesia telah melaksanakan kewajibannya terkait penangkapan kapal berbendera Malaysia tersebut. KKP telah mempersilakan pihak Aparat Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) memberikan klarifikasi terkait penangkapan tersebut.

“Kapal yang ditangkap itu overlapping claimed area kedua negara. Namun, deteksi awal menunjukkan kapal tersebut melakukan penangkapan di wilayah ZEE Indonesia sehingga dilakukan pengejaran oleh Kapal Pengawas Perikanan,” tutur Pung.

Pung juga menjelaskan, KM PKFB 1870 diawaki oleh WNI dan tanpa memiliki dokumen izin kerja. Artinya hal tersebut tidak sesuai dengan Common Best Practices (CBP) dari Memorandum of Understanding (MoU) on Common Guideline yang sudah disepakati antara Indonesia dan Malaysia. Selain itu, kapal tersebut juga mengoperasikan alat tangkap trawl alias pukat harimau.

“Semua mekanisme sudah dilaksanakan, dan kami pada keputusan untuk tidak memberikan Request to Leave, tapi memproses sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tegas Ipung.

KM PKFB 1870 ini sendiri merupakan kapal ikan asing ilegal ke-9 yang ditangkap aparat KKP sejak November 2019. Sebelumnya telah dilakukan penangkapan terhadap 3 kapal berbendera Vietnam, 4 kapal berbendera Filipina dan 1 kapal berbendera Malaysia. (ind)


loading...

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.