30 Titik Genangan Jakarta Surut, Menteri PUPR: Banjir Ibu Kota Tanggungjawab Bersama

indopos.co.id – Polda Metro Jaya mencatat sebanyak 30 titik genangan di Jakarta yang disebabkan hujan hingga Selasa pukul 17.00 WIB telah surut. “Sebanyak 30 titik genangan di Jakarta sudah surut,” ujar  Ajun Komisaris Besar Polisi Fahri Siregar di Jakarta, Selasa (25/2/2020).

Tercatat genangan yang telah surut di Jakarta Pusat yakni lampu merah Kebon Siri arah Jembatan Serong, Jalan Cikini Raya, Jalan Diponegoro. Kemudian di Jakarta Utara yakni Jalan Pluit Raya/Emporium, Jalan Nasional 1 Penjaringan, Jalan Jembatan 2 Penjaringan.

Baca Juga :

Seorang WNA Terjaring Razia SIKM

Selanjutnya di Jakarta Barat adalah Jalan Daan Mogot depan Samsat, Jalan S Parman depan Citraland, lampu merah Grogol arah Daan Mogot, Green Garden, Taman Kota Daan Mogot, Jembatan 2 Pesing, Jalan Tanjung Duren Raya, Jalan Arjuna Selatan.

Kemudian di Jalan Hayam Wuruk depan Kompas, Jalan Gajah Mada putaran Kompas, Jalan Taman Sari Raya, Depan Indosiar, dan Jalan Ring Road lampu merah Cengkareng arah Kembangan.

Baca Juga :

Di Jakarta Selatan yakni depan Balai Kartini, Jalan Kapten Tendean, Jalan Rasuma Said depan KPK, Jalan Soepomo, lampu merah Kuningan arah Semanggi, Jalan Jendral Sudirman depan Kampus Atmajaya, dan Jalan Swadarma Raya arah Joglo.

Sedangkan di Jakarta Timur, jalanan surut di depan Satwil Timur, DI Panjaitan dan keluaran Tol Becakayu, lampu merah Arion, lampu merah Bambu Apus.

Baca Juga :

Sementara itu sejumlah kawasan yang masih belum dapat dilintasi pengendara yakni Underpass Senen, Underpasa Golden, Jalan Abdul Jalil, Jalan Mabes Hankam, Jalan Raya Kayu Putih, JGC Cakung, Jalan Ahmad Yani depan pengadilan lama. Terakhir, jalan di Bekasi Kota, KM 9 Cikunir 4 belum dapat dilewati.

Di bagian lain Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyatakan banjir di DKI Jakarta yang terjadi, Selasa (25/2/2020) merupakan tanggung jawab bersama.

“Kalau soal ibu kota negara semua bertanggung jawab termasuk saya, jangan dibeda-bedakan kewenangan karena ini ibu kota negara, yang penting jangan ada duplikasi pekerjaan,” kata Basuki di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (25/2/2020).

Pompa mana saja datang duluan, lanjut Basuki, karena ini ibu kota negara kewenangan kan hanya untuk sistematika saja tapi kondisi darurat banjir kita bersama. Banjir kembali menggenangi sejumlah wilayah di Jakarta pasca ibu kota diguyur hujan deras sejak Senin malam (24/2/2020) hingga Selasa siang (25/2/2020).

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga telah mengingatkan masyarakat agar waspada dengan segala potensi hujan lebat dalam waktu lama di banyak daerah di Indonesia, termasuk kawasan Jabodetabek pada 25-28 Februari 2020.

“Saya sudah persiapkan juga pompa-pompa ‘mobile’ lebih banyak. Saya minta juga Pak Erick Menteri BUMN agar BUMN Karya membeli pompa-pompa ‘mobile’ lalu jadi aset mereka tapi saat begini akan jadi aset bersama,” ungkap Basuki.

Basuki pun mengakui sebelumnya pemerintah pusat sudah memberikan sejumlah pompa kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. “Pompa-pompa yang sebelum ini terkait jalan nasional kita serahkan semua, pada saat Gubernur Anies ini kita serahkan agar beliau bisa di’manage’ di satu tangan,” terangnya.

Pompa dari APBN ada 104 sistem pompa, kutip dia, Pluit, Ancol, Melati, Karet, semua APBN kita serahkan supaya dikelola mereka, kita mau bangun lagi di Kali Item gak masalah. Terulangnya banjir di Jakarta kali ini, menurut Basuki, adalah karena sistem drainase.

“Kalau menurut saya banjir Jakarta sekarang ini yang tadi pagi kondisi sungainya yang status Siaga 2 di Manggarai dan Karet yang lainnya masih 4 dan 3. Kesimpulannya kapasitas drainasenya yang lebih kecil dari volume air dan kapasitas hujannya,” ungkap Basuki.

Untuk mengurangi besaran air yang masuk ke drainase Jakarta, Basuki mengaku sudah menyiapkan skenario di Kali Sentiong. “Kami membuat pompa di hilir pompa Ancol di Mali Sentiong karena sekarang ‘open’ makanya kalau pasang Kali Item banjir,” imbuhnya.

Sekarang, kata dia, sudah tender dan mau dibikin pintu kalau air laut pasang tidak bisa lagi masuk. Mudah-mudahan tahun depan sudah selesai karena pompanya besar sekali, tapi saya lupa kapasitanya sekitar Rp400-500 miliar biaya konstruksinya.

Sedangkan mengenai banjir di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, Basuki mengaku sudah melakukan review sistem drainase termasuk dengan memperbesar embung Kemayoran. “Tapi saya kira yang perlu kita sentuh sekarang drainase minimal harus dibersihkan semua,” tegas Basuki.

Berdasarkan data yang dihimpun Dinas SDA DKI Jakarta di Pos Pantau Manggarai, ketinggian air di Pintu Air Karet masih setinggi 690 sentimeter dengan status Siaga 1. Sedangkan untuk kondisi Pintu Air Manggarai hingga saat ini Pos Pantau Manggarai mencatat ketinggian air masih 915 sentimeter atau berstatus Siaga 2.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta hingga pukul 12.00 WIB mencatat ada 40 titik evakuasi yang dibangun di fasilitas-fasilitas umum di Provinsi DKI Jakarta dengan total pengungsi sebanyak 973 KK, 3.565 jiwa yang berada di 40 lokasi pengungsian itu.

Hingga saat ini, BPBD DKI mengatakan banjir yang kembali melanda Jakarta berasal dari curah hujan yang tinggi hingga ekstrem dengan ukuran sebesar 278 mm per hari.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebutkan hingga saat ini seluruh jajarannya yang berada di Pemprov DKI Jakarta fokus menangani masalah banjir yang menyebabkan warga harus dievakuasi.  (ant)


loading...

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.