Ramai-ramai Tolak Data Airvisual di Tangsel

indopos.co.id – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mendukung pernyataan Direktur Pencemaran Udara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Dasrun Chaniago terkait data Airvisual tidak merujuk dalam mendeteksi kondisi udara wilayahnya. Pasalnya, pantauan terakhir kondisi udara di Tangsel dalam kondisi baik.

“Kami mendata secara berkala di tujuh kecamatan. Dan hasilnya kondisi udara kami baik. Bagaimana mungkin kalau udara kami buruk, di sini masih banyak burung berkicau dan embun yang selalu terlihat,” kata Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie, Kamis (27/2/2020).

Di sisi lain, Dinas Lingkungan Hidup setempat juga mempertanyakan metode yang dilakukan IQAir dalam mengukur tingkat kualitas udara. Sebab, pada Oktober 2019, Dinas Lingkungan Hidup sudah menggandeng pihak ketiga untuk menguji udara. Hasilnya pun berbeda jauh dengan yang dirilis IQAir.

“Bagaimana metodenya? Apa alat yang mereka pakai? Kami tidak bisa meyakini apa yang mereka paparkan itu tentang polusi udara di Kota Tangsel,” kata Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang Selatan, Yepi Suherman, Kamis (27/2/2020).

Baca Juga :

Yepi menambahkan, pihajknya rutin setiap tiga bulan sekali menguji tingkat polusi. Pada Oktober 2019, instansi yang dipimpinnya itu sudah menggandeng laboratorium lingkungan PT KehatiLab Indonesia menguji kualitas udara di Tangsel

“Kita pakai pihak ketiga yang telah memenuhi kriteria sebagaimana diatur dalam ketentuan. Jadi hasilnya pun bisa dipertanggung jawabkan,” imbuhnya.

Baca Juga :

Menurut Yepi, hasil uji lab dilakukan PT Kehatilab diketahui bahwa tingkat polusi udara di Tangsel normal. Di mana pada tiga lokasi yang diuji, menunjukkan hasil dibawah ambang batas yang telah ditetapkan pemerintah, yaitu PM2.5 dibatas 65 mikrogram/m3.

“Terakhir kita uji di 3 lokasi, masing-masing di Jalan Siliwangi, Pamulang. Lalu di Kebayoran Village, Bintaro dan Jalan Letnan Soetopo, Serpong,” jelasnya.

Sebelumnya, IQAir merilis Kota Tangsel memiliki rata-rata Particulate Matter (PM)2.5 sebesar 81,3 µg/m³. PM2.5 adalah partikel halus di udara yang ukurannya 2,5 mikron atau lebih kecil dari itu. Beberapa sumber menerangkan, jika PM2.5 memiliki lebar sekitar 2 sampai 1,5 mikron.

Dengan ukuran itu, PM2,5 membuatnya bisa masuk hingga ke dalam paru-paru. Paparannya dalam waktu singkat sudah cukup menyebabkan masalah pada mata, hidung, tenggorokan, iritasi paru, batuk, pilek, hingga mengganggu fungsi paru, memperburuk penyakit asma dan jantung. (dny)


loading...

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.