‘Generasi Ogah Nganggur’, Cara Bayu Permana Tekan Penggangguran di Depok

indopos.co.id – Pengangguran menjadi masalah klasik yang dihadapi Kota Depok. Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) mencatat, pada 2017, ada sekitar 70.380 warga yang menganggur.

Dari jumlah itu, 43 persennya merupakan lulusan SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) atau 31 ribu orang. Adapun sejak 2017 hingga akhir September 2019, sekitar 7 ribu orang sudah mendapat pekerjaan.

Kondisi ini cukup memprihatinkan mengingat Depok memiliki visi menjadi kota niaga dan jasa. Gelaran bursa kerja yang rutin digelar Pemerintah Kota Depok, perlu ada pembaharuan. Yakni dengan pelatihan kompetensi berbasis teknologi. Dengan kata lain, butuh pelatihan skill secara berkesinambungan. Konsisten, terarah, dan terintegrasi.

Pernyataan tersebut disampaikan Enterpreneur Muda Depok, Bayu Adi Permana ketika dimintai keterangan ihwal masalah pengangguran di Depok. “Kuncinya ada pada inovasi. Baik dalam bentuk kebijakan maupun eksekusi di lapangan,” ujar Bayu, melalui keterangan tertulisnya, Selasa (25/2/2020).

Bayu mengungkapkan, dirinya saat ini tengah menggagas ’Generasi Ogah Nganggur’. Program berbasis pemberdayaan terhadap generasi muda milenial, terutama para pelajar SMK/SLTA (Sekolah Lanjutan Tingkat Atas) atau yang baru saja lulus dari SLTA.

“Konsepnya sederhana, jadi kami memberikan pelatihan kepada mereka secara terprogram. Materinya disesuaikan dengan kebutuhan pasar. Misalnya digital marketing,” ujar alumnus Universitas Indonesia tersebut.

Dia memaparkan, program yang digagasnya ini menggandeng banyak komunitas industri kreatif Depok. Salah satunya Code Margonda.

“Alhamdulillah beberapa waktu lalu kami sudah berkomunikasi (dengan owner Code Margonda). Responnya positif. Kami dalam waktu dekat akan segera berkolaborasi,” ujar Bayu.

“Untuk tahap awal 1.000 peserta. Mereka akan kami berikan materi-materi yang aplikatif, sesuai dengan kebutuhan pasar,” lanjut dia.

Selepas nanti mengikuti program, kata Bayu, para peserta tak bakal dilepas begitu saja. Melainkan diberikan akses ke pasar tenaga kerja.

“Insya Allah kami sudah bekerja sama dengan beberapa perusahaan. Ini untuk memudahkan peserta agar bisa langsung bekerja,” tutup Bayu. (mdo)


loading...

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.