BPOM Diminta Larang Visualisasi Susu dalam Gelas di Iklan SKM

indopos.co.id – Ketua Harian Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI) Arif Hidayat, meminta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tidak setengah hati dalam mengatur susu kental manis. BPOM seharusnya secara tegas melarang visualisasi minuman susu dalam gelas pada iklan susu kental manis (SKM).

“Tujuan kami meminta BPOM melarang visualisasi gelas berisi minuman susu di iklan SKM agar supaya masyarakat tidak terus menerus mendapat edukasi yang salah tentang peruntukan SKM yang bukan sebagai minuman susu. Tetapi hanyalah sebagai topping,” ujarnya, pada Seminar Nasional PP Aisyiyah-Yaici dengan tema Peluang dan Tantangan di Bidang Kesehatan dalam Meraih Bonus Demografi 2045, di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, Rabu (26/02/2020).

Baca Juga :

Arif mengatakan, sebenarnya aturan tentang visualisasi iklan SKM sudah tercantum dalam Peraturan Kepala BPOM Nomor 31 Tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan.

“Pada pasal 67 huruf w memuat larangan berupa pernyataan/visualisasi yang menggambarkan bahwa susu kental dan analognya disajikan sebagai hidangan tunggal berupa minuman susu dan sebagai satu-satunya sumber gizi,” ujar dia.

Baca Juga :

Sementara itu, Ketua Majelis Kesehatan Pimpina. Pusat Aisyiyah, Chairunnisa, yang juga menjadi narasumber di acara yang sama, sepakat dengan Arif untuk meminta BPOM melarang visualisasi gelas berisi minuman susu di iklan SKM.

“Kami sangat sepakat. Karena memang visual minuman susu SKM, apakah itu sebagai minuman tunggal ataupun dihidangkan bersama makanan lainnya di meja, sama saja dengan mengiklankan SKM sebagai minuman. Padahal sudah jelas bahwa peruntukan SKM sebagai pelengkap makanan atau topping, bukan sebagai minuman bernutrisi tinggi untuk pertumbuhan,” tegas Chairunnisa.

Baca Juga :

Konsumsi Krimer Akibatkan Gizi Buruk Anak

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan Kirana Pritasari, menegaskan susu kental manis bukan untuk kebutuhan pemenuhan gizi. “Susu kental manis itu adalah perasa, balita tidak boleh mengkonsumsi sebagai minuman sebelum tidur,” tegas Kirana.

Kirana menyampaikan hal itu terkait masih tingginya persepsi sebagian masyarakat bahwa susu kental manis (SKM) adalah susu bernutrisi tinggi untuk pertumbuhan. Padahal kandungan gula dalam SKM sangat tinggi, yang bila dikonsumsi rutin dua kali sehari oleh bayi dan balita seperti minuman susu, tentunya dapat menimbulkan efek negatif bagi pertumbuhan dan gizi bayi dan balita tersebut.

Sebagaimana diketahui, saat ini BPOM tengah membahas rancangan peraturan tentang pengawasan iklan pangan olahan. Sejumlah pihak sudah memberikan masukan diantaranya Koalisi Peduli Kesehatan Masyarakat (Kopmas), yang menyampaikan pengaduan terkait ditemukannya sejumlah pelanggaran yang masih dilakukan oleh produsen susu kental manis. Pelanggaran tersebut meliputi tata cara promosi berupa iklan TV, kampanye sosial media serta kegiatan promosi langsung ke masyarakat. (dai)


loading...

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.