Usai Banjir, Warga Muara Gembong Kabupaten Bekasi masih Diancam Gelombang Laut Tinggi

indopos.co.id – Usai direndam banjir, warga Desa Pantai Bahagia Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi pasrah atas kerusakan lahan tambak yang dimilikinya. Ditambah lagi, gelombang laut setinggi 3 meter masih mengancam nelayan untuk melaut. Kini, mereka hanya berharap bantuan pemerintah untuk bisa bertahan hidup.

“Sudah tidak ada lagi yang bisa diselamatkan dari hasil tambah milik warga. Karena sudah habis digerus banjir,” kata Sekretaris Desa Pantai Bahagia, Kurtubi, Minggu (1/3/2020).

Dia mengatakan, nelayan masih tidak berani melaut karena ancaman gelombang tinggi laut setinggi 3 meter. Hingga sekarang warga belum mengetahui untuk mencari penghasilan demi menutupi kebutuhan sehari-hari.

“Warga sudah tidak punya penghasilan, karena hasil tambaknya sudah rusak akibat banjir. Sedang, ingin mencari ikan di laut pun sudah tidak berani,” katanya.

Baca Juga :

Meski begitu kata Kurtubi, air yang merendam pemukiman warga susah surut. Dan akses jalan warga sudah kembali diperbaiki oleh pemerintah dan warga. “Termasuk perbaikan tanggul sedang diperbaiki juga,” jelasnya.

Sementara itu, tanggul Citarum yang ada di Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi jebol Rabu (26/2/2020). Akibatnya, akses jalan dua desa terputus karena luapan air setinggi 50 centimeter.

Baca Juga :

Padahal, setiap hari jalan itu difungsikan untuk menghubungkan antara Desa Pantai Bakti dan Pantai Bahagia. Jebolnya tanggul itu terjadi pada pukul 02.00 WIB. (dny)

 


loading...

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.