Mau Didatangi Raja dan Ratu Belanda, Luhut Cek Lokasi Toba Samosir

indopos.co.id – Rencana kedatangan Raja dan Ratu Belanda ke kawasan Danau Toba, Sumatera Utara, pada pertengahan September nanti, membuat pemerintah Indonesia bersiap. Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan didampingi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Wishnutama Kusubandio meninjau beberapa lokasi yang akan menjadi tujuan pasangan pemimpin Belanda itu, yakni Raja Willem Alexander dan Ratu Maxima.

Ada beberapa lokasi yang akan didatangi penguasa negeri bunga tulip itu, yakni Dusun Siambat Dalan, Bukit Singgolom di Kecamatan Tampahan Toba Samosir, Pelabuhan Penyeberangan Balige, Desa Wisata Sigapiton, dan Institut Teknologi Del di Desa Sitoluama Toba Samosir.

Baca Juga :

Saat di proyek pembangunan Pelabuhan Penyeberangan Balige, Luhut meminta supaya proyek tersebut segera rampung tepat waktu. Sehingga bisa memaksimalkan pelayanan untuk wisatawan yang akan datang ke Danau Toba, termasuk saat kedatangan raja dan ratu Belanda. Ia juga menekankan pentingnya masalah kebersihan dan kelaikan kapal untuk penyeberangan.

Selain itu, Luhut menjelaskan, raja dan ratu Belanda di Bukit Singgolom nanti akan menikmati panorama Danau Toba.

Baca Juga :

Luhut juga meninjau rumah adat berusia ratusan tahun di Dusun Siambat Dalan yang juga akan didatangi Raja dan Ratu Belanda. Di lokasi tersebut, Luhut memperingatkan pentingnya prasarana amenitas seperti toilet. Untuk di Bukit Singgolom harus dilengkapi informasi tentang berbagai destinasi wisata, dan berbagai narasi yang berkaitan dengan kebudayaan.

”Kita memerlukan narasi (budaya) itu. Supaya wisatawan mendapatkan informasi tentang destinasi,” ujar Luhut di Toba Samosir, Rabu (4/3/2020).

Baca Juga :

Kunjungan penguasa Belanda itu sebut Luhut akan buka peluang investasi, termasuk investasi terkait kualitas air, dan pariwisata berkelanjutan. Apalagi raja dan ratu Belanda saat ke Jakarta dan Danau Toba sambil membawa seratusan pengusaha dari negeri mereka.

Khusus di di Desa Sigapiton, Luhut berpesan supaya para petani mau belajar bertani yang benar. Tujuannya hasil taninya dapat dijual ke hotel-hotel berbintang yang ada di kawasan Toba Caldera Resort (TCR).

”Di TCR ini akan dibikin hotel-hotel bagus, akan dibikin resort. Semoga ini bisa memberi kontribusi terhadap kemajuan masyarakat di sini. Kami akan ajarkan masyarakat di sini bagaimana cara bertani yang benar, sehingga hasilnya maksimal dan dapat dijual ke hotel-hotel tersebut,” kata Luhut kepada warga disana.

Ia juga meminta warga setempat harus bersikap ramah kepada setiap wisatawan yang datang. ”Ubah mindset kita menjadi masyarakat yang bersahabat dengan turis. Karena kalau tidak bisa bersahabat, mereka tidak mau datang lagi. Jadi mau bikin kampung ini maju atau tidak maju tergantung bapak ibu sekalian,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Luhut menegaskan, pemerintah tidak pernah berniat merusak keaslian Desa Sigapiton. ”Rumah-rumah tradisional ini yang ada harus dipelihara. Tapi, kuncinya disiplin, kerja keras, kebersamaan. Tidak bisa hanya omong saja. Tapi, terkadang mereka banyak omong, demo-demo. Jadi tidak perlu diprovokasi,” pungkas Luhut. (ind)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.