Pengurus DPP GMNI Resmi Dikukuhkan, Ketum Arjuna: Satu Tujuan dengan Semangat Marhaenisme

indopos.co.id – Langkah yang harus dilakukan pasca pengukuhan adalah mengkonsolidasikan gerakan, mulai dari tataran komisariat (tingkat kampus), cabang (tingkat kota/kabupaten), dewan pimpinan daerah (provinsi) hingga pimpinan pusat.
Pernyataan tersebut di atas diungkapkan ketua umum (ketum) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Periode 2019-2022 Arjuna P. Aldino usai terpilih secara aklamasi pada Kongres XXI GMNI di Ambon, Desember 2019.
Arjuna menuturkan, Kepengurusan DPP GMNI Periode 2019-2022, resmi dikukuhkan. Dan, menurut Arjuna, ia siap memimpin rekonsiliasi. Rekonsiliasi yang dimaksud, bukanlah rekonsiliasi struktural. Melainkan rekonsiliasi basis dan rekonsilisasi gerakan.
“Rekonsiliasi basis, mengkonsolidasikan ulang cabang-cabang agar tak terpecah-belah. Kemudian rekonsiliasi gerakan, mengharmonisasikan gerakan agar satu tujuan dalam semangat marhaenisme. Tentu, harmonisasi, mulai dari tingkatan komisariat hingga DPP,” ungkap Arjuna P. Aldino dalam keterangan di Jakarta, Minggu (8/3/2020).
Menurut Arjuna, kenapa bukan rekonsiliasi struktural kepengurusan nasional? Karena, kepengurusan DPP GMNI yang sah berdasarkan dukungan jumlah cabang-cabang GMNI di daerah berada di bawah kepemimpinan dirinya sebagai ketum, dan M. Ageng Dendy Setiawan sebagai sekjen.
Alasan lainnya, rekonsiliasi struktural hanyalah bersifat politik transaksional. “Karena itu syarat dengan politik dagang sapi. Identik dengan tukar tambah kekuasaan dan transaksi kepentingan pragmatis. Itu sungguh jauh dari semangat pejuang pemikir-pemikir pejuang, serta semangat marhaenisme,” tuturnya.
Perlu diketahui, kepengurusan DPP GMNI Periode 2019-2022 ini, dipimpin ketua umum (ketum) Arjuna P. Aldino dan sekretaris jenderal M. Ageng Dendy Setiawan. Pengukuhan DPP GMNI dihadiri sejumlah tokoh nasional, perwakilan kaum buruh, perwakilan kaum tani, perwakilan kaum nelayan, perwakilan pemerintahan, alumni GMNI serta kader GMNI. (mdo)
Baca Juga :

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.