Korban Virus Corona Terus Bertambah

indopos.co.id – Korban Virus Corona terus bertambah. Juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19, Achmad Yurianto, mengungkapkan, saat ini terdapat 13 pasien baru. Mereka bagian dari 23 suspect yang sudah diisolasi di sejumlah rumah sakit. Dengan demikian, terdapat 19 pasien yang dinyatakan positif.

’’Tiga belas kasus ini bagian dari suspect itu, kan mengalirnya (alurnya) seperti itu,’’ ujar Yurianto yang juga Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan di kantor Presiden, Senin (9/3/2020).

Istilah suspect adalah orang-orang yang punya riwayat kontak dekat dengan mereka yang terkonfirmasi positif COVID-19 serta mengalami gejala influenza seperti batuk, pilek, panas dan sesak napas.

Pada Ahad (8/3/2020), Yurianto mengatakan Kementerian Kesehatan sudah memeriksa 620 spesimen dari 63 rumah sakit di 25 provinsi. Dari jumlah tersebut ada 23 orang yang termasuk suspect. Artinya, masih ada empat orang suspect yang belum diketahui hasilnya.
Dari 13 pasien positif tersebut, ada yang merupakan WNI namun ada juga warga negara asing (WNA).

“WNA tidak termasuk yang tiga itu,” jawab Yurianto kepada wartawan ketika menanyakan apakah WNA yang terkonfirmasi positif berasal dari tiga negara dengan penderita COVID-19 terbanyak setelah Tiongkok yaitu Korea Selatan, Italia dan Jepang.

Menurut Yurianto, 19 pasien itu dirawat di rumah sakit di Jakarta dan di luar Jakarta.
Seluruh pasien terkonfirmasi stabil kecuali 1 orang kasus 08 yang diketahui memiliki penyakit kronis lain yaitu diabetes ditambah sedang mengalami diare.

Sementara itu, Achmad Yurianto meyakini dua WNI yang dinyatakan positif COVID-19 di Australia dan Singapura tidak tertular ketika berada di Indonesia.

’’Untuk WNI di Australia yang dinyatakan positif COVID-19 sudah kami komunikasikan kemarin dengan KBRI di sana dan mereka menyampaikan bahwa memang agak panjang riwayat perjalanan setelah berangkat dari Jakarta sampai di sana memang mengunjungi banyak tempat di antaranya beberapa kali di rumah makan Vietnam dan di sana banyak sekali orang Asia Tenggara yang makan,’’ kata Yurianto di kantor presiden Jakarta, Senin (9/3/2020).

Selanjutnya muncul sejumlah keluhan dan akhirnya dites dan dinyatakan positif oleh otoritas setempat.

’’Sekarang kondisinya stabil dan sedang dirawat oleh fasilitas kesehatan yang ditunjuk otoritas kesehatan Australia. Keberadaannya saat ini dipantau KBRI. Jadi kita yakini bahwa sebenarnya kontaknya tidak di Indonesia,’’ ungkap Yurianto.

Pihak berwenang Negara Bagian Victoria, Australia, melaporkan perempuan berusia sekitar 50 tahunan itu datang dari Jakarta. Ia dikabarkan sakit ketika mengunjungi Perth pada bulan lalu.

Perempuan itu terbang dari Jakarta menuju Perth pada 27 Februari 2020 dan mengalami gejala COVID-19 dua hari setelahnya atau sekitar 29 Februari ketika masih berada di Perth.
Ia dilaporkan menggunakan penerbangan Virgin Airlines VA682 pada 2 Maret lalu menuju Melbourne untuk menonton Grand Prix (GP).

Pada 6 Maret lalu, perempuan itu melakukan tes pemeriksaan COVID-19 sebelum memasuki arena GP. Sehari setelahnya, perempuan itu dinyatakan positif terinfeksi virus Corona.

Selama berada di Melbourne, perempuan itu sempat mengunjungi restoran Vitenam Pho Hung Vuong 2 di Richmond pada 6 Maret sekitar 40 menit antara pukul 18.00-19.00 waktu setempat

Sedangkan dari Singapura dilaporkan seorang WNI terkonfirmasi positif mengidap COVID-19 sebagai kasus ke-147. Pemerintah Singapura menduga WNI itu terjangkit sebelum melakukan kunjungan ke Singapura.

WNI berusia 64 tahun dan berjenis kelamin laki-laki itu tiba di Singapura pada 7 Maret 2020 dan dinyatakan positif pada 8 Maret 2020 dan dirawat di National Centre for Infectious Diseases (NCID) Singapura.

’’WNI di Singapura, itu kita sinyalir sakitnya di sana dan ada di sana, dirawat di sana. Mereka merawat dengan baik, dan KBRI mengikutinya. Dia diperkirakan tertularnya di sana,” ungkap Yurianto.

Hingga Minggu (8/3/2020), Kementerian Kesehatan telah menyelesaikan pemeriksaan 620 spesimen pasien dalam pengawasan (PDP) yang dikirim dari 63 rumah sakit di 25 provinsi. 620 spesimen itu bukanlah jumlah spesimen yang ada, melainkan jumlah spesimen yang sudah diperiksa. PDP yang hasilnya negatif dan sudah dibolehkan pulang, langkah berikutnya adalah melakukan isolasi diri (self isolated).

Hingga Senin (9/3/2020) pagi pukul 08.00 WIB terkonfirmasi di dunia ada 109.965 orang yang terinfeksi Virus Corona dengan 3.824 kematian sedangkan sudah ada 61.941 orang yang dinyatakan sembuh. Kasus di China mencapai 80.735 kasus, di Italia 7.375 kasus, di Korea Selatan 7.313 kasus, di Iran 6.566.

Tingkat kematian di Italia menjadi paling tinggi di luar Tiongkok yaitu 366 kematian dibanding kasus yang positif, sementara di Tiongkok sendiri ada 3.118 orang meninggal karena virus tersebut. Sudah ada 90 negara termasuk Indonesia yang mengonfirmasi kasus positif COVID-19 di negaranya. (wok/ant)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.