Respon Keluhan Pelanggan, PDAM Tirta Asasta Depok Bentuk Forum Pelanggan

indopos.co.id – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Asasta Depok membentuk forum pelanggan. Hal ini dilakukan untuk menjaring masukan hingga keluhan dari para pelanggan yang disampaikan terkait pelayanan yang diberikan. Apalagi, saat ini jumlah pelanggan perusahaan plat merah itu sangat besar.

Manajer Pemasaran PDAM Tirta Asasta Depok, Imas Dyah Pitaloka mengatakan, dibentuknya forum pelanggan ini untuk mempercepat proses pelayanan pengaduan yang kerap disampaikan para pelanggan mereka. Mengingat selama ini keluhan dan masukan itu hanya mampu disampaikan melalui surat saja. Sementara proses memberikan jawaban dengan menggunakan teknologi canggih telah tersedia.

Baca Juga :

“Di sini kami lihat ada hal yang perlu diperbaiki antara kami dengan pelanggan. Makanya agar komunikasi terjalin, pembentukan forum pelanggan kami buatkan. Dan Alhamdulilah ini disambut para pengurus yang juga dari palanggan kami,” katanya saat ditemui di Kantor Pusat PDAM Tirta Asasta, di Jalan Legong Raya, Depok 2 Tengah, Kecamatan Sukmajaya, Rabu (11/3/2020).

Menurutnya, pembentukan forum pelanggan itu telah dikerjakan sejak April 2017, silam. Akan tetapi untuk para pengurus forum itu belum dapat dibentuk karena banyaknya aktivitas para pelanggan mereka.

“Baru sekarang aktif dan mereka semua punya grup chat untuk menyampaikan keluhan dari pelayanan yang diberikan secara langsung kepada kami. Ini mempercepat komunikasi dengan pelanggan,” ujar Imas.

Saat ini, lanjut Imas, adapun jumlah pengurus forum pelanggan itu ada sebanyak 14 orang. Mereka mewakili setiap area pelayanan PDAM Depok hingga saat ini. Dalam setiap pengurus terdapat ratusan orang anggota.

“Forum ini sangat membantu kami dan pelanggan dalam menjelaskan kondisi dan posisi serta hak dan kewajiban antara kami dengan mereka. Jadi apapun masalah yang dihadapi pelanggan dapat kami proses dengan cepat. Sinergitas ini yang kami bangun agar pelanggan puas mendapatkan pelayanan yang diberikan,” paparnya.

Diakui Imas, sebelum lahirnya forum pelanggan itu banyak sekali pengaduan yang tidak dapat diproses oleh Tim PDAM Tirta Asasta kepada para pelanggan mereka. Akibat hal itu, pihaknya terus menjadi sorotan dari seluruh warga Depok. Tidak tertanganinya keluhan pelanggan itu karena keterbatasan sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki PDAM Tirta Asasta Depok.

“Bagaimana cara kami mengatasi itu dengan jumlah pegawai dilapangan sedikit. Makanya kami berinisiatif mempercepat pengaduan atau masukan ini dengan membentuk lembaga ini. Jadi sekarang semua dapat kami tangani dengan cepat,” ucapnya.

Imas menyebut, pembentukan forum pelanggan itu mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 71 Tahun 2016 tentang perhitungan dan penetapan tarif air minum. Dalam regulasi itu diatur fungsi forum pelanggan untuk membantu mengkomunikasikan kebijakan PDAM terkait pelayanan.

Sementara, salah satu pelanggan air bersih PDAM Tirta Asasta Depok asal Kecamatan Beji, Rizki Januar menuturkan, sejak terbentuknya forum pelanggan itu dirinya dapat menyampaikan sejumlah keluhan pelayanan itu. Keluhan yang disampaikan tersebut, kata dia, langsung dijawab dan direspon BUMD milik Pemkot Depok. Khususnya mengenai gangguan distribusi air yang kerap tersendat.

“Kalau lapor langsung ditanggapi cepat. Jika airnya keruh langsung diinformasikan sama pelanggan. Jadi lebih mudah komunikasi atas apa saja yang terjadi soal distribusi air bersih,” tuturnya. (cok)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.