Harga Minyak Global Turun, PEP Konsisten Tingkatkan Produksi

indopos.co.id – PT Pertamina EP (PEP) berkomitmen dan konsisten untuk fokus meningkatkan produksi minyak dan gas bumi serta mendukung pencapaian target 1 juta barel (BOPD) minyak pada 2030.

Ini merupakan visi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) di tengah tren penurunan harga minyak global. Di sini kontribusi Grup Pertamina, termasuk PEP, diharapkan signifikan sehingga menjadi backbone untuk pencapaian target tersebut.

Presiden Direktur PEP Nanang Abdul Manaf mengatakan, Rabu (11/3/2020), ia rapat dengan Deputi Perencanaan SKK Migas beserta tim. Sebelumnya ia juga ikut dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Kementerian Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM).

“Kami tetap fokus melaksanakan work program dan budget (WP&B) serta mengeksekusinya dengan catatan harus lebih concern, aware terhadap cost,” ujar Nanang kepada INDOPOS melalui pesan tertulis, Kamis (12/3/2020).

Baca Juga :

Universitas Pancasila Gelar Wisuda

Menurutnya, kondisi perekonomian dunia saat ini sulit sehingga harga minyak ikut tertekan. Pada perdagangan Selasa (10/3/2020), harga minyak WTI sempat menembus USD27,2 per barel kendati naik kembali. Tapi, pada Rabu (11/3/2020), harga WTI sudah naik lagi menjadi USD35,43 per barel.

Ia mengatakan, tren harga minyak saat ini belum bisa ditentukan apakah akan berlangsung lama, pendek atau akan rebound. Kondisi ini diperparah dengan wabah virus corona (Covid-19) yang melanda beberapa negara, terutama Tiongkok.

“Saat ini adalah momentum yang menantang bagi industri hulu migas. Dalam kondisi ini, PEP dan KKKS diuji dengan kondisi supaya tetap bertahan. Strateginya adalah tetap utamakan keselamatan kerja plus cost effectiveness, baru yang lainnya,” tegas Nanang.

Nanang mengaku optimistis PEP akan bisa melalui masa sulit akibat penurunan harga minyak dunia yang terjadi dengan sangat cepat dalam beberapa hari terakhir. Apalagi PEP memiliki pengalaman operasi di tengah rendahnya harga minyak sehingga kondisi saat ini bukan hal yang terlalu mengejutkan.

Nanang meminta para FM dan GM sebagai perpanjangan tangan manajemen PEP untuk melakukan efisiensi beberapa program yang tidak berhubungan langsung dengan kegiatan operasi produksi. PEP tetap menjalankan WP&B dengan pelaksanaan seefektif mungkin. Tidak ada pembatasan biaya sepanjang setiap biaya yang dikeluarkan berdampak pada peningkatan kinerja, produksi, cadangan, HSSE dan sebagainya.

“Anda para GM dan FM adalah leaders, harus bedakan critical, urgent, penting dan mana yang biasa. Kita akan hadapi itu. Selalu harus pertimbangkan dampaknya yang cepat, besar dan murah,” tuturnya.

Untuk diketahui, tahun ini PEP memproyeksikan produksi minyak rata-rata 85.000 BOPD. Ini berasal dari PEP Asset 5 sebesar 18.478 BOPD, PEP Asset 2 sebesar 17.985 BOPD, PEP Asset 4 sebesar 16.403 BOPD, PEP Asset 1 sebesar 14.624 BOPD, PEP Asset 3 sebanyak 13.656 BOPD dan Business Partnership 3.853 BOPD. (mdo)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.