Pasien Diisolasi di RSUP Adam Malik Medan Bertambah dalam Sehari, Dinkes Sumut:  Berjumlah 18 Orang

indopos.co.id – Jumlah pasien yang diisolasi dengan dugaan terpapar virus corona atau suspect COVID-19 di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Adam Malik Medan, Sumatera Utara (Sumut) bertambah, total menjadi dua orang.

Kassubag Humas RSUP Haji Adam Malik Rosario Dorothy Simanjuntak mengaku belum bisa memberikan keterangan lanjut terkait pasien tersebut, termasuk identitas dan asal PDP tersebut, begitu juga dengan kondisi dari pasien. “Benar, PDP (Pasien Dalam Pengawasan) yang kami rawat saat ini ada 2 orang,” kata Rosa di Medan, Minggu (15/3/2020).

Diketahui, hingga saat ini berdasar data yang diumumkan secara nasional, kasus COVID-19 yang terkonfirmasi positif ada 96 kasus dan dari jumlah itu, 83 kasus masih dalam perawatan, delapan pasien sembuh dan lima orang meninggal dunia.

Untuk di Sumut, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumut mencatat sebanyak 18 orang di Sumatera Utara masuk dalam kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP) COVID-19.

Baca Juga :

Soal Vaksin, ini Fatwa MUI

Sementara untuk pasien PDP berjumlah 4 orang, dimana 2 PDP diisolasi di RSUP Adam Malik, sementara 2 lainnya sudah PBJ (pulang berobat jalan) dan negatif.

Dinkes Sumut menyatakan  bahwa terdapat satu orang pasien dengan status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang diisolasi di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik, Kota Medan, Sumut.

Baca Juga :

Jadi Investasi, Harga Vaksin Belum Diketahui

“Saat ini kami merawat seorang dengan status PDP dan sedang diisolasi,” kata Kepala Dinas Kesehatan Sumut dr Alwi Mujahit Hasibuan melalui Sekretaris Dinas dr Aris Yudhariansyah, Minggu (15/3/2020), di Medan.

Namun, pihaknya tidak dapat mengungkap siapa dan dari mana pasien tersebut berasal. Akan tetapi ia mengaku, selain pasien tersebut, terdapat dua lainnya yang PDP, namun tidak dilakukan isolasi. “Untuk dua PDP lainnya sudah PBJ (Pulang Berobat Jalan) dan negatif,” katanya.

Rosa yang dikonfirmasi terkait satu orang warga Sumut yang diisolasi membenarkan. Pasien tersebut baru masuk pada Sabtu (14/3/2020). “Memang ada yang diisolasi, dia datang sendiri. Jenis kelaminnya laki-laki, hanya itu yang masih bisa kita sampaikan, karena pemeriksaan belum final,” katanya.

Hingga saat ini berdasarkan data yang diumumkan secara nasional, kasus COVID-19 yang terkonfirmasi positif ada 96 kasus dan dari jumlah itu 83 kasus masih dalam perawatan, delapan pasien sembuh dan lima orang meninggal dunia.

Secara umum status ODP (Orang Dalam Pemantauan) adalah orang dengan gejala demam lebih dari 38 derajat Celcius atau ada riwayat demam atau Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA) “tanpa” Pneumonia dan memiliki riwayat perjalanan ke negara terjangkit pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala.

Adapun PDP, adalah orang dengan gejala demam lebih dari 38 derajat celcius atau ada riwayat demam atau Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA) “dan” pneumonia ringan hingga berat, serta memiliki riwayat perjalanan ke negara terjangkit atau kontak dengan orang terkonfirmasi positif COVID-19 dalam 14 hari terakhir.

Dinkes Sumut menyatakan sebanyak 18 orang di Sumatera Utara masuk dalam kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP) COVID-19. “ODP untuk COVID-19 di Sumut jumlahnya saat ini mencapai 18 orang,” kata Kepala Dinas Kesehatan Sumut dr Alwi Mujahit Hasibuan melalui Sekretaris Dinas dr Aris Yudhariansyah, di Medan, Minggu (15/3/2020).

Sementara itu untuk pasien kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Sumatera Utara berjumlah tiga orang, satu di antaranya diisolasi di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik.

“Saat ini kami sedang merawat seorang dengan kategori PDP dan diisolasi. Untuk dua orang PDP lainnya sudah PBJ (Pulang Berobat Jalan) dan negatif,” kata dr Alwi.

Menurut Kasubbag Humas RSUP Haji Adam Malik Rosario Dorothy Simanjuntak yang dikonfirmasi terkait satu orang warga Sumut yang diisolasi membenarkannya. Pasien tersebut baru masuk pada Sabtu (14/3/2020).

“Memang ada yang diisolasi, dia datang sendiri. Jenis kelaminnya laki-laki, hanya itu yang masih bisa kita sampaikan, karena pemeriksaan belum final,” katanya. (ant)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.