Liburkan Sekolah, KPAI Apresiasi Gubernur Banten

indopos.co.id – Diliburkannya seluruh sekolah negeri dan swasta di semua tingkatan oleh Gubernur Banten Wahidn Halim menyusul ditetapkannya status KLB (kejadin luar biasa) Corona di 8 Kota dan Kabupaten di Provinsi Banten, mendapat apresiasi dari Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Pendidikan, Retno Listyarti.

“KPAI mengapresiasi instruksi Gubenur Banten untuk meliburkan sekolah. Kendati libur, prinsipnya anak tetap belajar di rumah, metode daring bisa menjadi alternatif. Hal ini sebagai upaya melindungi anak-anak dari penularan dan sekaligus membatasi penyebaran virus Corona. Hanya saja selama anak berada di rumah, maka kontrol dan pendampingan orang tua menjadi diperlukan,” terang Retno Listyarti kepada INDOPOS, Senin(16/3/2020)

Baca Juga :

Menurut Retno, KPAI mendorong para orangtua terutama yang anaknya sudah remaja, ketika sekolah diliburkan maka harus dipastikan bahwa anak-anak tetap berada di rumah, di berikan makanan bergizi seimbang, istirahat cukup, dan terus mengedukasi dan mendampingi anak-anak agar berlaku se sehat mungkin di rumah. “Cuci tangan seperti biasa,” imbuhnya.

Selain itu, kata Retno, pastikan saat sekolah diliburkan anak-anak tidak pergi ke kerumunan ataupun keramaian, seperti pusat perbelanjaan dan bioskop. “Selain itu anak harus menjaga perilaku hidup bersih dengan mencuci tangan, maka anak-anak juga diimbau untuk tidak keluar rumah jika tidak perlu. Anak juga jangan dibiasakan sekarang cium tangan lagi,” cetusnya.

Baca Juga :

Retno mengatakan, bila orang tuanya harus kerja sehingga kemungkinan berada di keramaian, sampai rumah pastikan langsung mandi ganti baju, cuci tangan dan lain-lain. “Semua orang tua harus hati-hati. Kalau anak sakit, energi orang tua akan habis, risiko juga orang tuanya bisa sakit. Ketika anak sakit bisa satu keluarga sakit,” ujarnya.

KPAI juga mendorong Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama dan Dinas-dinas Pendidikan di daerah untuk meminta sekolah-sekolah menyiapkan pembelajaran jarak jauh atau menggunakan metode daring selama sekolah diliburkan untuk jangka waktu tertentu. Para guru tetap dapat memberikan penugasan dan melakukan penilaian jika dilakukan secara daring.

Baca Juga :

Inilah 12 Kota Terparah Wabah COVID-19

“Bagi wilayah yang fasilitas untuk pembelajaran daring terbatas bisa menggunakan aplikasi yang lebih mudah diakses. Misalnya, menggunakan aplikasi WhatsApp dalam memberikan penugasan atau komunikasi tanya jawab kepada para siswanya. Jika anak tidak memiliki telepon genggam maka dapat bekerjasama dengan orang tuanya agar meminjamkan telepon genggamnya sementara waktu. Yang penting, harus dipastikan bahwa selama libur, anak-anak memiliki kegiatan rutin yang positif, seperti bermain dan belajar,” tukasnya.(yas)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.